Abstract:
Latar Belakang: Keberhasilan diet penurunan berat badan sangat dipengaruhi oleh
kepatuhan indicidu dalam menjalankan pola makan yang dianjurkan. Motivasi dan
tingkat stres merupakan faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kepatuhan
diet, terutama pada mahasiswa kedokteran yang menghadapi tuntutan akademik
tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi dan tingkat
stres dengan kepatuhan diet penurunan berat badan pada mahasiswa Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lingtang ini
meggunakan kuesioner Treatment Regulation Questionarre (TSRQ) untuk
mengukur tingkat motivasi, Perceived Stress Scale (PSS) untuk tingkat stres,
dan Perceived Dietary Adherence Questionarre (PDAQ) yang dimotifikasi
untuk tingkat kepatuhan diet. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi
Spearman untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan. Nilai signifikansi
ditetapkan pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil: Sebagian besar
mahasiswa memiliki tingkat motivasi yang baik (66,3%), tingkat stres yang tinggi
(50,5%) dan tingkat kepatuhan diet yang tinggi (81,1%). Terdapat hubungan positif
antara motivasi dengan kepatuhan diet (p<0,001, r=0,481) dan terdapat hubungan
positif antara tingkat stres dengan kepatuhan diet (p<0,001), r=0,331).
Kesimpulan: Semakin baik motivasi dan tingginya tingkat stres yang dimiliki
mahasiswa FKIK UMSU, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan diet penurunan
berat badan