Abstract:
Latar Belakang: Gagal jantung kronis merupakan sindrom klinis yang
ditandai dengan gangguan fungsi jantung sehingga menyebabkan penurunan
kualitas hidup pasien. Left Atrial Volume Index (LAVI) merupakan parameter
ekokardiografi yang menggambarkan remodeling atrium kiri akibat peningkatan
tekanan pengisian ventrikel kiri secara kronis dan diketahui memiliki nilai
prognostik pada pasien gagal jantung. Namun, bukti mengenai hubungan LAVI
dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung kronis di Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara Left Atrial Volume Index (LAVI) dan
kualitas hidup pada pasien gagal jantung kronis di RS Mitra Medika Amplas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain
cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 pasien gagal jantung kronis yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh menggunakan teknik consecutive
sampling. Data LAVI diperoleh dari hasil pemeriksaan ekokardiografi dua dimensi
yang tercatat pada rekam medis, sedangkan kualitas hidup dinilai menggunakan
kuesioner Short Form-36 Health Survey (SF-36) versi Indonesia. Analisis data
meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji normalitas dilakukan menggunakan
Shapiro–Wilk, kemudian hubungan antara LAVI dan kualitas hidup dianalisis
menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil:
Sebanyak 40 responden berpartisipasi dalam penelitian. Nilai median Left Atrial
Volume Index (LAVI) pada responden adalah 21,97 mL/m². Kualitas hidup pasien
dinilai berdasarkan Physical Component Summary (PCS) dan Mental Component
Summary (MCS) menggunakan instrumen Short Form-36 Health Survey (SF-36).
Nilai rerata PCS adalah 42,93 ± 11,40, sedangkan nilai rerata MCS adalah 50,93 ±
12,25. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara
LAVI dengan PCS (r = −0,054; p = 0,741) maupun antara LAVI dengan MCS (r =
0,006; p = 0,972). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
Left Atrial Volume Index (LAVI) dan kualitas hidup pada pasien gagal jantung
kronis di RS Mitra Medika Amplas. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan
jumlah sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan faktor-faktor perancu
yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.