Abstract:
Pendahuluan: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit
autoimun sistemik dengan manifestasi klinis yang beragam. Polimorfisme gen
Signal Transducer and Activator of Transcription 4 (STAT4), khususnya
rs7574865, berperan dalam regulasi respons imun dan diduga memengaruhi
respons terhadap terapi target pada SLE non-renal.Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh polimorfisme gen STAT4 terhadap
respons terapi target pada pasien SLE non-renal. Metode: Penelitian ini
merupakan systematic review dengan pencarian literatur pada database PubMed,
Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci STAT4/rs7574865, SLE,
serta terapi target. Artikel yang dipublikasikan tahun 2018–2026 diseleksi
berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan alur PRISMA 2020.
Kualitas metodologi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical
Appraisal Checklist dan SYRCLE Risk of Bias. Hasil: Dari 446 artikel yang
teridentifikasi, setelah proses seleksi diperoleh 6 artikel yang memenuhi kriteria.
Polimorfisme STAT4 rs7574865 dengan alel T dikaitkan dengan peningkatan
ekspresi STAT4, aktivasi jalur JAK–STAT, produksi IFN-γ, serta gangguan
vaskular. Pembawa alel T menunjukkan respons terhadap terapi target, yaitu
tofacitinib, baricitinib, deucravacitinib, dan anifrolumab, terutama pada
manifestasi kulit, sendi, biomarker imunologis, dan fungsi vaskular. Kesimpulan:
Polimorfisme STAT4 rs7574865 berpotensi memengaruhi respons terapi target
pada SLE non-renal dan mendukung penerapan pendekatan pengobatan presisi
berbasis farmakogenomik.