Abstract:
Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi
yang paling sering dialami wanita usia reproduktif, terutama remaja dan
mahasiswi, serta dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari hari, dan menurunkan produktivitas akademik. Pola hidup modern, seperti
tingginya konsumsi kopi berkafein dan fast food, diduga memperberat mekanisme
tersebut melalui peningkatan aktivitas simpatis, produksi prostaglandin, dan
proses inflamasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh tingkat konsumsi kafein dalam kopi dan konsumsi fast food terhadap
kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2023. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 134 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Derajat dismenore diukur menggunakan kuesioner WaLIDD
(Working Ability, Location, Intensity, Days of Pain, Dysmenorrhea), konsumsi
kafein dinilai menggunakan kuesioner konsumsi kopi, sedangkan konsumsi fast
food diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang telah
dimodifikasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan
uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebagian besar
responden mengalami dismenore ringan (50,0%), memiliki tingkat konsumsi
kafein kategori ringan (72,4%), dan konsumsi fast food kategori sedang (53,7%).
Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna
antara tingkat konsumsi kafein dalam kopi dengan kejadian dismenore (r=0,736;
p<0,001) serta antara konsumsi fast food dengan kejadian dismenore (r=0,684;
p<0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat
konsumsi kafein dalam kopi dan konsumsi fast food dengan kejadian dismenore
pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
angkatan 2023.