Abstract:
Karsinoma saluran pernapasan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas
dan mortalitas akibat kanker di dunia. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
diketahui sebagai faktor risiko yang berperan dalam karsinogenesis pada saluran
pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebiasaan merokok dan
konsumsi alkohol pada 50 pasien karsinoma paru dan 50 pasien karsinoma non paru
di RSU Haji Medan. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 100 responden.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square
dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien
berusia 46-60 tahun (61%), berjenis kelamin laki-laki (77%), memiliki riwayat
dengan derajat merokok berat berdasarkan Indeks Brinkman (>600 batang)
sebanyak 40%, serta mayoritas tidak mengonsumsi alkohol (37%). Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara derajat merokok
dengan kejadian karsinoma paru dan karsinoma non paru (p < 0,001). Sebaliknya,
tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada frekuensi konsumsi alkohol
(p=0,485), kadar alkohol (p=0,138), maupun kombinasi kebiasaan merokok dan
konsumsi alkohol (p=0,407). Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan yang
bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian karsinoma paru dan non paru,
dengan derajat merokok berat berdasarkan Indeks Brinkman menunjukkan
hubungan yang paling kuat terhadap kejadian karsinoma paru. Sementara itu,
frekuensi konsumsi alkohol, kadar alkohol, serta kombinasi kebiasaan merokok dan
konsumsi alkohol tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kedua
kelompok.