Abstract:
Pendahuluan: Sindrom mata kering merupakan gangguan permukaan okular
akibat ketidakstabilan lapisan air mata yang dapat menimbulkan keluhan dan
gangguan penglihatan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan sindrom
mata kering adalah kebiasaan tidur malam dengan lampu menyala. Tujuan:
Mengetahui hubungan kebiasaan tidur malam dengan lampu menyala terhadap
risiko sindrom mata kering pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 157 mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2022
yang ditentukan berdasarkan perhitungan besar sampel dan dipilih menggunakan
teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner kebiasaan tidur
dan Ocular Surface Disease Index (OSDI ). Analisis data dilakukan menggunakan
uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 94 responden
(59,9%) memiliki kebiasaan tidur dengan lampu menyala, sedangkan 63 responden
(40,1%) tidur tanpa lampu menyala. Berdasarkan kategori OSDI , sebanyak 23
responden (14,6%) termasuk kategori normal, 34 responden (21,7%) kategori
ringan, 45 responden (28,7%) kategori sedang, dan 55 responden (35,0%) kategori
berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p<0,001 yang menunjukkan adanya
hubungan bermakna antara kebiasaan tidur malam dengan lampu menyala dan
risiko sindrom mata kering. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara
kebiasaan tidur malam dengan lampu menyala dan risiko sindrom mata kering pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.