Abstract:
Latar Belakang : Luka bakar merupakan cedera jaringan yang dapat
menyebabkan kerusakan pada kulit dan memerlukan proses penyembuhan yang
melibatkan berbagai mekanisme biologis. Madu merupakan bahan alami yang
memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi
digunakan dalam membantu proses penyembuhan luka. Salah satu jenis madu
yang memiliki kandungan senyawa bioaktif adalah madu Sidr (Ziziphus spina christi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas salep
madu Sidr konsentrasi 5%, 20%, dan 35% terhadap penyembuhan luka bakar
derajat II pada tikus jantan galur Wistar (Rattus norvegicus). Metode : Penelitian
eksperimental analitik in vivo pada 25 tikus jantan galur Wistar yang dibagi
menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (vaseline), kontrol positif
(Bioplacenton), serta madu Sidr 5%, 20%, dan 35%. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil : erata penyusutan luka tertinggi terdapat pada madu Sidr
35% (7,280 mm), diikuti 20% (6,740 mm) dan 5% (6,080 mm). Uji One-Way
ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,001). Uji Tukey
menunjukkan perbedaan signifikan antara madu Sidr 20% dan kontrol negatif
(p=0,028), serta madu Sidr 35% dengan kontrol negatif (p=0,002) dan kontrol
positif (p=0,009). Kesimpulan : Pemberian salep madu Sidr berpengaruh
terhadap penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus jantan galur Wistar.