Abstract:
Pendahuluan: Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada kelompok pekerja
berisiko tinggi seperti pemulung yang bekerja langsung dengan tanah dan sampah
tanpa perlindungan memadai. Personal hygiene yang buruk diduga berperan dalam
penularan infeksi ini. Tujuan: Mengetahui hubungan personal hygiene dengan
infeksi STH pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun,
Kecamatan Marelan, Kota Medan. Metode: Penelitian observasional analitik
dengan desain cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non-probability
(purposive) sampling sejumlah 49 pemulung yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan status
infeksi STH ditentukan melalui pemeriksaan feses metode Kato-Katz. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan uji Fisher
Exact dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Dari 49 responden, ditemukan 12
orang (24,5%) positif terinfeksi STH. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak
terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan (p = 1,000; OR
= 0,95), penggunaan alas kaki (p = 0,386; OR = 2,13), kebersihan kuku (p = 0,331;
OR = 2,05), maupun penggunaan APD (p = 0,315) dengan infeksi STH.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara
personal hygiene dengan infeksi STH pada pemulung di TPA Terjun Kecamatan
Marelan Kota Medan.