Abstract:
Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit
respirasi kronis yang ditandai oleh hambatan aliran udara progresif. Atlet renang
dapat mengalami paparan berulang terhadap disinfection by-products di
lingkungan kolam renang yang berpotensi menyebabkan iritasi dan inflamasi
saluran napas. Kuesioner PUMA dapat digunakan sebagai instrumen skrining
risiko PPOK secara praktis, sedangkan Peak Flow Meter dapat memberikan
gambaran fungsi paru. Tujuan: Mengetahui prevalensi risiko PPOK pada atlet
renang di Kota Medan berdasarkan Kuesioner PUMA serta mengetahui hubungan
skor PUMA dengan fungsi paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri atas 67
atlet renang di Kota Medan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Risiko
PPOK dinilai menggunakan Kuesioner PUMA, sedangkan fungsi paru diukur
menggunakan Peak Flow Meter berdasarkan nilai Peak Expiratory Flow (PEF).
Data dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan
persentase serta uji korelasi Spearman untuk menganalisis hubungan skor PUMA
dengan fungsi paru. Hasil: Sebanyak 41 responden (61,2%) memiliki risiko
PPOK rendah dan 26 responden (38,8%) memiliki risiko PPOK tinggi.
Berdasarkan pemeriksaan Peak Flow Meter, 30 responden (44,8%) memiliki
fungsi paru normal, 18 (26,9%) mengalami gangguan ringan, dan 19 (28,3%)
mengalami gangguan sedang. Tidak ditemukan gangguan fungsi paru berat.
Kesimpulan: Sebagian besar atlet renang memiliki risiko PPOK rendah, namun
proporsi risiko tinggi masih cukup besar.