Abstract:
Pendahuluan: Aktivitas konstruksi merupakan salah satu sumber utama emisi
partikulat halus (PM2.5) di lingkungan perkotaan, PM2.5 yang berdiameter ≤2,5
mikrometer mampu menembus hingga ke alveolus paru, memicu respons
inflamasi, dan berpotensi menurunkan fungsi paru yang tercermin dari nilai Arus
Puncak Ekspirasi (APE). Metode: Penelitian ini menggunakan desain
observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 72 responden yang
tinggal atau beraktivitas dalam radius 300–500 meter dari lokasi konstruksi
Stadion Teladan Kota Medan, kadar PM2.5 diukur menggunakan Air Quality
Detector portable dan nilai APE diukur menggunakan peak flow meter, kemudian
dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Tidak ada responden yang
terpapar PM2.5 kategori baik, dengan 65,3% berada pada kategori sedang dan
34,7% pada kategori tidak sehat, distribusi nilai APE menunjukkan 52,8%
kategori sedang, 25,0% baik, dan 22,2% buruk; uji Chi-Square menunjukkan
terdapat hubungan yang bermakna antara paparan PM2.5 dengan nilai APE
(p<0,001), di mana kelompok paparan tidak sehat memiliki proporsi terbesar APE
buruk (44,0%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara paparan
partikulat halus (PM2.5) dari aktivitas konstruksi dengan nilai APE pada
masyarakat sekitar Stadion Teladan Kota Medan, dan peningkatan kadar PM2.5
berkaitan dengan penurunan nilai APE sebagai indikator fungsi paru.