Abstract:
Depresi postpartum merupakan kondisi psikologis yang dapat muncul
setelah persalinan dan berpotensi memengaruhi kesehatan ibu, kemampuan dalam
merawat bayi, serta proses tumbuh kembang anak. Usia ibu menjadi salah satu
faktor yang diduga berkaitan dengan risiko depresi postpartum, khususnya pada
ibu berusia <20 tahun atau >35 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan antara usia ibu dengan risiko depresi postpartum di Kecamatan Medan
Denai. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan desain
cross-sectional terhadap 75 ibu postpartum yang melahirkan di Rumah Sakit
Umum Muhammadiyah Sumatera Utara dan Puskesmas Bromo Kecamatan
Medan Denai. Penilaian risiko depresi postpartum menggunakan Edinburgh
Postnatal Depression Scale (EPDS) dengan cut-off point ≥10.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35
tahun sebanyak 53 orang (70,7%), sedangkan responden berusia >35 tahun
sebanyak 20 orang (26,7%) dan usia <20 tahun sebanyak 2 orang (2,7%).
Sebanyak 32 responden (42,7%) termasuk dalam kategori berisiko mengalami
depresi postpartum. Rata-rata skor EPDS yang diperoleh adalah 9,11 ± 5,213,
dengan skor berkisar antara 2 hingga 24. Analisis menggunakan Fisher’s Exact
Test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu dan risiko
depresi postpartum dengan nilai p = 0,000. Nilai Cramer’s V sebesar 0,514
menunjukkan tingkat hubungan yang kuat.
Ibu yang berada dalam kelompok usia berisiko tinggi (<20 tahun atau >35
tahun) diketahui mempunyai peluang 12,50 kali lebih besar mengalami risiko
depresi postpartum dibandingkan ibu berusia 20–35 tahun (OR = 12,50; 95% CI:
3,62–43,10). Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu
memiliki hubungan yang bermakna dengan risiko terjadinya depresi postpartum di
Kecamatan Medan Denai. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian
terhadap kelompok ibu dengan usia berisiko melalui pemantauan kondisi
psikologis dan skrining depresi postpartum secara tepat.