Abstract:
Latar belakang: Kualitas tidur yang buruk merupakan salah satu faktor yang diduga
memengaruhi regulasi hormon dan memicu peradangan kulit, namun hubungannya dengan
tingkat keparahan jerawat masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini
bertujuan menilai hubungan kualitas tidur terhadap derajat keparahan acne vulgaris pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan
2022. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain potong lintang
(cross-sectional) dilakukan menggunakan data primer dari 72 mahasiswa yang memenuhi
kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality
Index (PSQI), sedangkan derajat keparahan acne vulgaris dinilai melalui pemeriksaan
klinis langsung oleh dokter spesialis kulit berdasarkan Klasifikasi Lehmann. Data dianalisis
secara deskriptif dan hubungan antar variabel diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil:
Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 63 orang (87,5%)
dan menderita acne vulgaris derajat ringan sebanyak 63 orang (87,5%). Analisis bivariat
menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak berhubungan secara signifikan dengan derajat
keparahan acne vulgaris (p = 0,480). Kesimpulan: Kualitas tidur bukan merupakan faktor
utama yang menentukan derajat keparahan acne vulgaris pada populasi mahasiswa
kedokteran ini. Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan faktor multifaktorial
lain seperti genetik, hormonal, pola makan, tingkat stres, dan penggunaan kosmetik, di
samping tetap menjaga gaya hidup dan tidur yang sehat.