Abstract:
Pendahuluan: Hemoroid merupakan penyakit pada regio anorektal yang sering
terjadi dan dapat menyerang berbagai kelompok usia, termasuk mahasiswa. Pada
mahasiswa kedokteran, kejadian hemoroid diduga berkaitan dengan gaya hidup
sedentari akibat durasi duduk yang lama, pola makan yang kurang seimbang,
rendahnya aktivitas fisik, serta tingginya stres akademik. Faktor-faktor tersebut
berpotensi meningkatkan tekanan intraabdomen secara kronis, mengganggu pola
defekasi, dan memicu terjadinya gangguan aliran darah vena di daerah anorektal.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan
cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2024 yang dipilih
menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara
univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p <
0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis
kelamin perempuan (79,5%) dengan median usia 19 tahun. Sebagian besar
responden memiliki perilaku pencegahan hemoroid yang baik (65,8%), sedangkan
34,2% berada pada kategori cukup dan tidak ditemukan responden dengan perilaku
pencegahan kurang. Seluruh responden (100%) mengalami gejala hemoroid,
dengan tingkat keparahan terbanyak pada kategori sedang (80,8%) dan sisanya
mengalami gejala berat (19,2%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square
menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku
pencegahan hemoroid dengan gejala hemoroid (p = 0,239). Tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan hemoroid dengan gejala
hemoroid pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara angkatan 2024.