| dc.description.abstract |
Pertumbuhan kebutuhan energi listrik pada sektor industri perlu diimbangi
dengan kapasitas jaringan distribusi yang memadai agar kontinuitas dan kualitas
penyaluran energi listrik tetap terjaga. Pertumbuhan beban yang tidak diikuti
dengan peningkatan kapasitas jaringan dapat menyebabkan meningkatnya
pembebanan transformator, jatuh tegangan, rugi-rugi daya, serta menurunnya
faktor daya dan efisiensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kondisi eksisting jaringan distribusi listrik di PT Galatta Abadi Plastindo serta
menganalisis pengaruh pertumbuhan beban terhadap kinerja sistem distribusi.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan observasi,
dokumentasi, dan studi literatur. Data yang dianalisis meliputi data operasional
sistem distribusi selama periode Januari sampai Desember, kemudian dilakukan
perhitungan daya aktif, daya semu, daya reaktif, arus beban, pembebanan
transformator, jatuh tegangan, rugi daya, faktor daya, dan efisiensi sistem. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa daya aktif meningkat dari 390 kW menjadi 498
kW atau sebesar 27,69%, sedangkan arus beban meningkat dari 592,55 A menjadi
781,30 A. Pembebanan transformator berkapasitas 630 kVA meningkat dari
65,16% menjadi 85,92%, sehingga cadangan kapasitas transformator semakin
berkurang. Pertumbuhan beban juga menyebabkan jatuh tegangan meningkat dari
4,35% menjadi 6,17%, rugi daya meningkat dari 13,83 kW menjadi 24,06 kW,
efisiensi sistem menurun dari 96,58% menjadi 95,39%, serta faktor daya menurun
dari 0,95 menjadi 0,92. Dengan demikian, pertumbuhan beban memberikan
pengaruh terhadap penurunan kinerja sistem distribusi listrik di PT Galatta Abadi
Plastindo. Meskipun transformator masih mampu melayani beban selama periode
penelitian, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi dan perencanaan
peningkatan kapasitas jaringan untuk mengantisipasi pertumbuhan beban di masa
mendatang. |
en_US |