Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30967
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNINDILLA, AULIA NAZWA-
dc.date.accessioned2026-05-18T02:33:44Z-
dc.date.available2026-05-18T02:33:44Z-
dc.date.issued2026-04-18-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30967-
dc.description.abstractPesatnya pembangunan perkotaan di Kota Binjai, khususnya di Kecamatan Binjai Utara sebagai wilayah dengan populasi tertinggi, memicu tekanan signifikan terhadap pemanfaatan ruang dan penurunan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pemerintah Kota Binjai telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai instrument yuridis untuk mencapai target RTH sebesar 30%, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan kompleks di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Perda Nomor 5 Tahun 2020 dalam penyediaan RTH di Kota Binjai melalui pendekatan empat variable teori George C. Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Binjai serta instansi terkait lainnya dalam rentang waktu November 2025 hingga Januari 2026. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memberikan gambaran nyata mengenai fenomena implementasi kebijakan di lokasi penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi antar instansi telah berjalan sistematis namun minim sosialisasi langsung ke masyarakat, sehingga pemahaman publik cenderung pasif. Kendala utama ditemukan pada keterbatasan anggaran untuk pengadaan lahan dan pemeliharaan, yang diperparah oleh disposisi pelaksana yang masih kaku dan berorientasi pada pembangunan fisik semata. Meskipun pembagian peran antarlembaga sudah jelas, ketiadaan SOP tertulis menyebabkan koordinasi masih bergantung pada kebiasaan kerja dan kurang transparan bagi publik. Kesimpulan nya bahwa Implementasi kebijakan RTH di Kota Binjai memerlukan transformasi dari sistem birokrasi yang kaku menuju tata kelola yang kolaboratif. Rekomendasi penelitian ini mencakup urgensi formalisasi SOP integratif, penguatan komunikasi dua arah dengan masyarakat, serta sinkronisasi anggaran yang lebih fleksibel untuk memastikan ketersediaan RTH yang berkelanjutan di Binjai Utara.en_US
dc.publisherUMSUen_US
dc.subjectImplementasi Kebijakanen_US
dc.subjectRencana Tata Ruang Wilayahen_US
dc.subjectRuang Terbuka Hijauen_US
dc.titleIMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA BINJAI NOMOR 5 TAHUN 2020 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH DALAM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BINJAIen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Public Administration Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
skripsi nindi fix dan sk.pdfFull Text3.7 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.