Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30281
Title: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGRUHI TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI UPT PUSKESMAS SUKARAMAI
Other Titles: MUHAMMAD AVISENA
Authors: AVISENA, MUHAMMAD
Keywords: TB paru;kepatuhan minum obat;efek samping obat;dukungan keluarga
Issue Date: 30-Aug-2025
Abstract: Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru. Penularannya terjadi melalui udara ketika penderita TB aktif batuk, bersin, atau berbicara sehingga bakteri dapat terhirup oleh orang lain. Gejala umum TB paru meliputi batuk kronis, dahak bercampur darah, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam. TB paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kedua setelah India sebagai negara dengan beban TB tertinggi. Terapi TB paru membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan regimen obat anti-TB (OAT) selama 6–9 bulan. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Namun, berbagai faktor dapat memengaruhi tingkat kepatuhan pasien, baik dari sisi individu, keluarga, maupun pelayanan kesehatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien TB paru dengan tujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan pasien, dukungan keluarga, efek samping obat, dan peran fasilitas kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara faktor faktor tersebut dengan tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, faktor pengetahuan pasien tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat. Dukungan keluarga terbukti memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan pasien. Efek samping obat juga terbukti menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat, diikuti oleh dukungan keluarga. Sementara itu, peran fasilitas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping serius cenderung lebih patuh dalam mengonsumsi obat, sedangkan pasien yang mendapatkan dukungan keluarga lebih mampu menjaga rutinitas pengobatan secara konsisten. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TB paru adalah efek samping obat, diikuti oleh dukungan keluarga. Sementara itu, pengetahuan pasien dan peran fasilitas kesehatan tidak berhubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang efek samping obat serta strategi penanganannya, sehingga pasien tetap termotivasi untuk melanjutkan terapi. Selain itu, dukungan keluarga juga perlu ditingkatkan sebagai salah satu faktor kunci dalam keberhasilan pengobatan TB paru.
URI: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30281
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
MUHAMMAD AVISENA.pdf1.15 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.