Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30265
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorMAULANA, VINOLA DWI-
dc.date.accessioned2026-03-12T03:20:52Z-
dc.date.available2026-03-12T03:20:52Z-
dc.date.issued2025-11-12-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30265-
dc.description.abstractLatar Belakang: Gangguan kecemasan adalah penyakit mental yang melemahkan sistem imun tubuh, termasuk imunitas mukosa oral, yang mendorong proliferasi Candida albicans dan mengganggu keseimbangan mikrobiota oral. Jamur ini bersifat oportunistik dan dapat menginfeksi orang yang memiliki sistem imun yang terganggu. Masih sangat sedikit penelitian yang memiliki hubungan antara tingkat keparahan kecemasan dan kolonisasi Candida albicans di mulut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat keparahan kecemasan dan prevalensi koloni Candida albicans di mulut pasien dengan gangguan kecemasan di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan. Metode: Tiga puluh pasien dengan gangguan kecemasan diikutsertakan dalam penelitian observasional analitik ini dengan desain (cross sectional) Menggunakan kultur saliva pada media agar Sabouraud dextrose, keberadaan koloni Candida albicans diidentifikasi, sedangkan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan. Uji chi-square dan uji eksak Fisher selanjutnya digunakan untuk menganalisis data, dan tingkat signifikansi ditetapkan pada p < 0,05, untuk mengonfirmasi validitas temuan. Hasil: menunjukkan bahwa 10 responden (33,3%) merasakan kecemasan berat, 6 responden (20,0%) merasakan kecemasan sedang, 5 responden (16,7%) merasakan kecemasan ringan, dan 9 responden (30,0%) mengalami kecemasan minimal. Sebanyak 11 partisipan (36,7%) mengalami peningkatan jumlah koloni Candida albicans (setidaknya 103 CFU/ml). Prevalensi koloni Candida albicans berkorelasi signifikan dengan derajat keparahan kecemasan dalam uji chi-square (p = 0,003), dan uji eksak Fisher juga mengungkapkan korelasi signifikan (p = 0,001). Kesimpulan: Prevalensi koloni Candida albicans di rongga mulut pasien psikiatri berkorelasi signifikan dengan tingkat keparahan kecemasan. Tingkat keparahan kecemasan meningkatkan kemungkinan berkembang biaknya koloni Candida albicans.en_US
dc.subjectKecemasanen_US
dc.subjectCandida albicansen_US
dc.subjectRongga muluten_US
dc.subjectGangguan kecemasanen_US
dc.titleHUBUNGAN TINGKAT GANGGUAN KECEMASAN DENGAN PREVALENSI KOLONI CANDIDA ALBICANS RONGGA MULUT PADA PASIEN GANGGUAN KECEMASAN DIRUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH MEDANen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
VINOLA DWI MAULANA.pdf3.7 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.