Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30199
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorPakpahan, Nur Rodiah-
dc.date.accessioned2026-03-05T04:26:46Z-
dc.date.available2026-03-05T04:26:46Z-
dc.date.issued2026-01-10-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30199-
dc.description.abstractPendahuluan: Stres merupakan salah satu persoalan signifikan pada mahasiswa, terutama pada mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rendah. IPK rendah dapat menjadi faktor pemicu stres, sekaligus menjadi akibat dari stres yang tidak terkelola, sehingga menciptakan siklus yang saling memperburuk. Berbagai stresor seperti akademik, hubungan sosial, tuntutan keluarga, serta kondisi lingkungan perkuliahan dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa dan berdampak pada fungsi akademik, perilaku, serta kesehatan fisik. Oleh karena itu, pemahaman mengenai jenis stresor, tingkat stres, serta dampak dan strategi yang digunakan mahasiswa menjadi penting untuk mengembangkan intervensi yang tepat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode mixed methods. Pendekatan kuantitatif menggunakan purposive sampling sebanyak 38 responden, sedangkan pendekatan kualitatif melibatkan 9 partisipan melalui wawancara mendalam. Hasil: Mayoritas mahasiswa mengalami stres cukup berat (60,5%), stres berat (26,3%), stres sedang (10,5%), dan stres ringan (2,6%). Stresor paling dominan adalah academic related stressor (ARS). Hasil uji Spearman menunjukkan seluruh variabel stresor memiliki nilai signifikansi (p) > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis stresor dengan tingkat stres, meskipun seluruh koefisien korelasi menunjukkan arah positif dengan kekuatan lemah. Hasil wawancara menunjukkan dampak stres pada tidur, makan, emosi, konsentrasi, dan interaksi sosial, serta strategi coping seperti makan makanan favorit, berkumpul dengan orang terdekat, meningkatkan motivasi belajar, dan memperbaiki manajemen waktu. Kesimpulan: Mahasiswa dengan IPK rendah memiliki tingkat stres tinggi yang didominasi stresor akademik. Meskipun tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik, arah korelasi positif menunjukkan bahwa peningkatan stresor tetap berpotensi meningkatkan tingkat stres.en_US
dc.subjectstresen_US
dc.subjectstresoren_US
dc.subjectIPK rendahen_US
dc.subjectstrategi copingen_US
dc.titleANALISIS STRESOR PADA MAHASISWA DENGAN IPK RENDAH DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARAen_US
dc.title.alternativeNur Rodiah Pakpahanen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Nur Rodiah Pakpahan.pdf2.37 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.