Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30164Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | ANGREANI, DINY | - |
| dc.date.accessioned | 2026-03-04T03:31:22Z | - |
| dc.date.available | 2026-03-04T03:31:22Z | - |
| dc.date.issued | 2026-01-22 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30164 | - |
| dc.description.abstract | Pendahuluan: Cisplatin merupakan agen kemoterapi yang efektif namun sering menimbulkan efek samping berupa gangguan pendengaran sensorineural permanen akibat stres oksidatif dan kerusakan sel rambut koklea. N-acetylcysteine (NAC), sebagai prekursor glutathione, berpotensi memberikan efek protektif melalui mekanisme antioksidan. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas suplementasi N-acetylcysteine (NAC) dalam mencegah atau mengurangi gangguan pendengaran akibat cisplatin. Metode: Tinjauan sistematis ini disusun dan dilaporkan sesuai pedoman PRISMA 2020, dengan protokol yang telah didaftarkan pada PROSPERO. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar terhadap artikel teks lengkap yang diterbitkan pada periode 2020–2025, dengan pencarian terakhir pada Desember 2025. Studi yang diinklusi merupakan studi primer dengan desain in vitro, in vivo, atau uji klinis manusia yang menilai efek NAC terhadap ototoksisitas cisplatin. Sintesis data dilakukan secara deskriptif-naratif, dan penilaian risiko bias menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Hasil: Sebanyak empat studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari dua studi in vivo, satu studi kombinasi in vitro dan in vivo, serta satu uji klinis non-randomized pada manusia. Seluruh studi menunjukkan bahwa NAC memberikan efek protektif terhadap gangguan pendengaran akibat cisplatin melalui penurunan stres oksidatif, peningkatan cadangan glutathione, dan perlindungan terhadap sel rambut koklea. Efektivitas NAC bervariasi tergantung dosis, waktu, dan rute pemberian. Kesimpulan: Berdasarkan bukti yang tersedia, N-acetylcysteine berpotensisebagai agen otoprotektif terhadap ototoksisitas akibat cisplatin. Namun, diperlukan uji klinis terkontrol dengan desain terstandar untuk menentukan dosis optimal, waktu pemberian yang paling efektif, serta keamanan jangka panjang NAC. | en_US |
| dc.subject | Antioksidan | en_US |
| dc.subject | Cisplatin | en_US |
| dc.subject | Gangguan pendengaran sensorineural | en_US |
| dc.subject | N Asetilsistein | en_US |
| dc.subject | Ototoksik | en_US |
| dc.title | HUBUNGAN SUPLEMENTASI N-ACETYLSYSTEINE DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT CISPLATIN: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS | en_US |
| dc.title.alternative | DINY ANGREANI | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Medical science | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| DINY ANGREANI.pdf | 3.25 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.