Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30161Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | NAFIZA, SHALYA | - |
| dc.date.accessioned | 2026-03-04T03:25:48Z | - |
| dc.date.available | 2026-03-04T03:25:48Z | - |
| dc.date.issued | 2026-01-10 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30161 | - |
| dc.description.abstract | Pendahuluan : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dan gejala utama berupa sesak napas. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis, terutama munculnya kecemasan pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat sesak napas dengan simptom ansietas pada pasien PPOK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian adalah 54 pasien PPOK yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Derajat sesak napas diukur menggunakan kuesioner MMRC (Modified Medical Research Council), sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, serta analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (85,2%) dan berusia ≥60 tahun (70,4%). Derajat sesak napas terbanyak berada pada tingkat 3 (44,4%), sedangkan tingkat kecemasan terbanyak adalah kecemasan sedang (46,3%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara derajat sesak napas dengan simptom ansietas (r = 0,426; p = 0,001), dengan arah korelasi positif dan kekuatan hubungan sedang. (33,3%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan tingkat kecemasan pada pasien PPOK. Oleh karena itu, diperlukan perhatian terhadap aspek psikologis dalam penatalaksanaan pasien PPOK untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. | en_US |
| dc.subject | PPOK | en_US |
| dc.subject | sesak napas | en_US |
| dc.subject | mMRC | en_US |
| dc.subject | ansietas | en_US |
| dc.subject | HARS | en_US |
| dc.title | HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAFAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DENGAN SIMPTOM ANSIETAS | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Medical science | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SHALYA NAFIZA.pdf | 2.53 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.