Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30155Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | LUBIS, SYUKRON HABIBI | - |
| dc.date.accessioned | 2026-03-03T04:39:51Z | - |
| dc.date.available | 2026-03-03T04:39:51Z | - |
| dc.date.issued | 2026-02-06 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30155 | - |
| dc.description.abstract | Pendahuluan: Taeniasis merupakan infeksi parasit akibat cacing pita genus Taenia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah endemik seperti Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir, dengan risiko komplikasi serius terutama pada infeksi Taenia solium. Penyakit ini berkaitan erat dengan kebiasaan konsumsi daging yang tidak dimasak sempurna, sanitasi yang buruk, serta rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penularan dan pencegahan taeniasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai taeniasis dengan angka kejadian taeniasis di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kejadian taeniasis ditentukan melalui pemeriksaan feses menggunakan metode direct smear. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (78,2%) dan sebagian besar tidak terinfeksi taeniasis (96,4%). Uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan kejadian taeniasis dengan nilai p = 0,044 dan odd ratio: 1.200. Kesimpulan: Responden dengan tingkat pengetahuan kurang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi taeniasis dibandingkan responden dengan pengetahuan baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berperan penting dalam pencegahan taeniasis, sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk menurunkan angka kejadian taeniasis di masyarakat. | en_US |
| dc.description.sponsorship | , , | en_US |
| dc.subject | Taeniasis | en_US |
| dc.subject | tingkat pengetahuan | en_US |
| dc.subject | edukasi | en_US |
| dc.subject | kabupaten samosir | en_US |
| dc.title | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN ANGKA KEJADIAN TAENIASIS PADA MASYARAKAT DIKECAMATAN HARIAN KABUPATEN SAMOSIR | en_US |
| dc.title.alternative | SYUKRON HABIBI LUBIS | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Medical science | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SYUKRON HABIBI LUBIS.pdf | 1.34 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.