Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30150
Title: PERBANDINGAN NYERI AKUT PASKA OPERASI ANTARA PASIEN YANG MENJALANI OPERASI SECTIO CAESARIA DENGAN METODE ERACS (EARLY RECOVERY AFTER CAESAREAN SECTION) DENGAN METODE KONVENSIONAL DI RUMAH SAKIT BUNDA THAMRIN DI KOTA MEDAN
Other Titles: Muhammad Fauzan Suhaemy
Authors: Suhaemy, Muhammad Fauzan
Keywords: Sectio caesarea;nyeri akut;ERACS;metode konvensional;Numeric Rating Scale
Issue Date: 5-Feb-2026
Abstract: Latar Belakang : Angka persalinan dengan sectio caesarea (SC) terus mengalami peningkatan baik secara global maupun nasional, dan nyeri akut pascaoperasi merupakan keluhan utama yang dapat menghambat mobilisasi dini, menyusui, serta memperlambat proses pemulihan ibu. Enhanced Recovery After Caesarean Section (ERACS) merupakan pendekatan perioperatif berbasis bukti yang bertujuan mempercepat pemulihan melalui manajemen multimodal, termasuk pengendalian nyeri, namun data mengenai perbandingan nyeri akut pasca SC antara metode ERACS dan metode konvensional di Kota Medan masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nyeri akut pasca operasi sectio caesarea antara pasien yang menjalani metode ERACS dan metode konvensional di Rumah Sakit Bunda Thamrin Kota Medan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien yang menjalani operasi sectio caesarea dengan metode ERACS dan metode konvensional pada periode September 2024– 2025, dengan variabel yang meliputi karakteristik responden, skala nyeri berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS), waktu pertama kali merasakan nyeri, serta penggunaan rescue analgesia, yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyeri akut pasca operasi sectio caesarea antara kelompok ERACS dan kelompok konvensional, di mana kelompok ERACS cenderung memiliki intensitas nyeri yang lebih rendah, waktu muncul nyeri yang lebih lambat, serta kebutuhan rescue analgesia yang lebih sedikit dibandingkan kelompok konvensional. Kesimpulan : Terdapat perbedaan nyeri akut pasca operasi sectio caesarea antara metode ERACS dan metode konvensional, sehingga metode ERACS dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan dalam manajemen pasca operasi sectio caesarea untuk mendukung pemulihan ibu.
URI: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30150
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Muhammad Fauzan Suhaemy.pdf2.43 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.