Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30103
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorAbrar, Muhammad-
dc.date.accessioned2026-03-03T02:24:21Z-
dc.date.available2026-03-03T02:24:21Z-
dc.date.issued2025-12-09-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30103-
dc.description.abstractPendahuluan: Indonesia merupakan wilayah dengan risiko gempa bumi tinggi karena berada pada pertemuan empat lempeng tektonik utama. Aceh dan Sumatera Utara termasuk daerah paling rawan dengan riwayat gempa besar seperti tsunami Aceh 2004 dan gempa Nias 2005. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat, termasuk mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan, menjadi aspek penting dalam mitigasi bencana. Universitas Malikussaleh memiliki blok Disaster Management dalam kurikulum, sedangkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara belum memiliki blok khusus kebencanaan, sehingga perbedaan kurikulum memengaruhi tingkat kesiapsiagaan. Tujuan: Menganalisis perbandingan tingkat kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian analitik komparatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 100 responden angkatan 2021 dari kedua universitas yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kesiapsiagaan bencana LIPI–UNESCO/ISDR yang terdiri dari 29 item dan empat domain: pengetahuan, rencana kesiapsiagaan, peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Mayoritas Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh berada pada kategori sangat siap terhadap bencana gempa bumi (94%). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna tingkat kesiapsiagaan antara kedua universitas dengan nilai p = 0,001, di mana rata-rata skor kesiapsiagaan mahasiswa Universitas Malikussaleh lebih tinggi dibandingkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Perbedaan signifikan ditemukan pada domain pengetahuan (p = 0,005), rencana kesiapsiagaan (p = 0,011), dan mobilisasi sumber daya (p = 0,007), namun tidak signifikan pada peringatan dini (p = 0,164). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan dalam kesiapsiagaan bencana antara mahasiswa dari kedua universitas. Mahasiswa Universitas Malikussaleh memiliki tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi, dipengaruhi oleh paparan pendidikan kebencanaan melalui kurikulum khusus Disaster Management. Pendidikan kebencanaan disarankan untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum fakultas kedokteran sebagai upaya penguatan mitigasi bencana.en_US
dc.subjectKesiapsiagaanen_US
dc.subjectGempa bumien_US
dc.subjectMahasiswa Kedokteranen_US
dc.subjectDisaster Managementen_US
dc.subjectUniversitas Malikussalehen_US
dc.subjectUniversitas Muhammadiyah Sumatera Utaraen_US
dc.titleANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESIAPSIAGAAN ANTARA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA DAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH TERHADAP BENCANA GEMPA BUMIen_US
dc.title.alternativeMuhammad Abraren_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Muhammad Abrar.pdf3.05 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.