Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30095
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNURMALIA, NATASYA-
dc.date.accessioned2026-03-02T05:12:22Z-
dc.date.available2026-03-02T05:12:22Z-
dc.date.issued2026-01-06-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30095-
dc.description.abstractPendahuluan:Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi medis progresif yang berdampak pada penurunan fungsi ginjal dan sering memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Hemodialisis tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan psikologis berupa kecemasan. Kecerdasan spiritual dan lama menjalani hemodialisis diduga berperan dalam memengaruhi tingkat kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan pada pasien PGK di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Metode: menggunakan rancangan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner SISRI-24 untuk menilai kecerdasan spiritual, kuesioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan, serta formulir pengisian data dan rekam medis untuk menilai lama menjalani hemodialisis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji korelasi spearman, serta multivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil: menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecerdasan spiritual tinggi (54%), menjalani hemodialisis 1–3 tahun (47.6%), dan memiliki tingkat kecemasan sedang (42.9%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan (p=0.150), sedangkan lama menjalani hemodialisis memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan (p=0.017). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kategori lama menjalani hemodialisis <1 tahun berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p=0.039), sedangkan kecerdasan spiritual tidak berpengaruh bermakna (p>0.05). Kesimpulan: lama menjalani hemodialisis berhubungan dengan tingkat kecemasan, sedangkan kecerdasan spiritual tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan.en_US
dc.subjectPenyakit Ginjal Kronisen_US
dc.subjectkecerdasan spiritualen_US
dc.subjectlama menjalani hemodialisisen_US
dc.subjectTingkat Kecemasanen_US
dc.titleKORELASI ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR. PIRNGADIen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Natasya Nurmalia.pdf2.81 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.