Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30076
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorDINARA, DILVA-
dc.date.accessioned2026-03-02T03:07:24Z-
dc.date.available2026-03-02T03:07:24Z-
dc.date.issued2025-12-06-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30076-
dc.description.abstractPendahuluan: Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih sering dijumpai dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu. Salah satu faktor yang berperan terhadap kejadian abortus adalah jarak kehamilan yang tidak ideal. Jarak kehamilan yang terlalu pendek dapat menyebabkan organ reproduksi belum pulih sepenuhnya, sedangkan jarak yang terlalu panjang dapat menurunkan fungsi fisiologis uterus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien abortus yang tercatat dalam rekam medik periode Januari 2023 - Maret 2025, dengan teknik total sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi tanggal persalinan terakhir, HPHT, status kehamilan, usia, dan paritas ibu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact dengan signifikansi p < 0,05. Hasil: Dari 50 pasien abortus, sebanyak 8 orang (16%) memiliki jarak kehamilan pendek (<18 bulan), 28 orang (56%) jarak kehamilan ideal (18–59 bulan), dan 14 orang (28%) jarak kehamilan panjang (≥60 bulan). Seluruh pasien yang tidak mengalami abortus memiliki jarak kehamilan ideal (100%). Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact menunjukkan adanya hubungan bermakna antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Ibu dengan jarak kehamilan yang terlalu pendek maupun terlalu panjang memiliki risiko lebih tinggi mengalami abortus dibandingkan dengan jarak kehamilan yang ideal.en_US
dc.subjectJarak Kehamilanen_US
dc.subjectAbortus, Kehamilanen_US
dc.subjectFaktor Risikoen_US
dc.subjectKesehatan Reproduksien_US
dc.titleHUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDANen_US
dc.title.alternativeDILVA DINARAen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Medical science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
DILVA DINARA.pdf2.06 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.