Abstract:
Latar Belakang : Acne vulgaris merupakan suatu peradangan kronik pada folikel
polisebasea. Acne vulgaris yaitu suatu respon peradangan yang biasanya diikuti
dengan adanya papula, abses dan pustula. Daerah daerah terjadinya Acne vulgaris
biasanya dimuka, dada, punggung dan bahu bagian atas. Daun kelor atau Moringa
oleifera merupakan tanaman asal india namun hingga saat ini sudah banyak di
temukan di beberapa negara yang ada di asia, afrika dan eropa Salah satunya di
Indonesia. Tanaman ini tumbuh di lingkungan tropis dengan kondisi lembab, panas,
kering dan tanah yang kurang subur. Tanaman kelor juga sering disebut sebagai
tanaman yang paling ekonomis serta mengandung banyak manfaat dan potensi yang
bisa digunakan untuk tujuan yang berbeda beda. Metodologi : Metodologi penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Teknik dari
pengumpulan data yang akan dilakukan dengan memberikan perlakuan pada bakteri
Cutibacterium acnes yaitu mengukur diameter dari zona hambat dari pertumbuhan
bakteri Cutibacterium acnes dengan menggunakan jangka sorong. Data yang diambil
adalah data yang primer. Hasil penelitian : Hasil pada pemberian konsentrasi
ekstrak daun kelor memperlihatkan perbedaan dari zona jernih yang didapatkan.
sedangkan konsentrasi etanol didapatkan zona yang jernih paling tinggi di
pengulangan ke 6 yaitu 18.75 mm. Kelompok yang kontrol positif yakni dengan
memakai Benzoyl peroxide di pengulangan ke 5 didapatkan zona yang jernih paling
tinggi dari semua kelompok yakni sebesar 32,79 mm, sedangkan kelompok kontrol
yang negatif yakni dengan memakai aquades tidak didapatkan zona yang jernih. Nilai
normalitas ekstrak daun kelor yakni sebesar 0,414 (p>0,05) dan pada pemakaian
Benzoyl peroxide yakni sebesar 0,193 (p>0,05). Data yang didapatkan berdistribusi
normal jika didapatkan nilai (p>0,05). Serta uji homogenitas data yang didapatkan
sebesar 0,068 (p>0,05) yang menghasilkan data yang homogen. Kesimpulan :
Didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok yang diberikan Benzoyl Peroxide
dengan daun kelor (P=0,000) yang berarti (P<0,05).