Abstract:
Pendahuluan: Jika keputihan tidak segera ditangani, dapat menyebabkan
infeksi saluran reproduksi, infeksi menular seksual, dan radang panggul. Dalam
konteks Islam, vulva hygiene dapat diterapkan melalui praktik istinjak. Istinjak
adalah proses membersihkan diri setelah buang air kecil atau besar, yang
dianjurkan dalam ajaran Islam untuk menjaga kebersihan organ genital. Proses
ini dilakukan dengan menggunakan air bersih atau bahan lain seperti batu atau
tisu, untuk menghilangkan sisa urine atau feses yang bisa menjadi tempat
berkembangnya bakteri dan jamur. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
hubungan antara tingkat pengetahuan tentang istinjak yang benar dengan
insidensi penyakit keputihan.
Metode: penelitian ini menggunakan metode dengan jenis observasional dekskriptif
idengan rancangan icross isectional iyaitu ipenelitian iyang menghubungkan
antara tingkat pengetahuan Istinjak dengan benar terhadap insidensi penyakit
keputihan pada siswa SMA Muhammadiyah 1 iKota iMedan. iTeknik iyang
idigunakan ipada ipenelitian iini iadalah iNon-probability isampling. Adapun
besar sampel dihitung menggunakan rumus besar sampel Slovin untuk menaksir
jumlah sampel minimal..
Hasil: iHasil ipenelitian imenunjukkan bahwa siswa dengan itingkat
ipengetahuan istinjak iyang ibaik isebagian ibesar itidak imengalami keputihan
patologis, yaitu sebanyak 20 orang (83,3%), sementara hanya 4 orang (16,7%)
yang mengalami keputihan patologis. Pada kelompok dengan pengetahuan
istinjak tingkat sedang, terdapat proporsi yang seimbang, yaitu 8 orang (50%)
tidak mengalami keputihan patologis dan 8 orang (50%) yang mengalaminya.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan istinjak
dengan insidensi keputihan patologis pada remaja putri di SMA
Muhammadiyah 1 Kota Medan. Siswi yang memiliki pengetahuan istinjak yang
ix
baik cenderung tidak mengalami keputihan patologis, sedangkan siswi dengan
pengetahuan yang kurang lebih berisiko tinggi terhadap keputihan patologis.