<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28265</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 05 Apr 2026 04:37:50 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-05T04:37:50Z</dc:date>
    <item>
      <title>KARAKTERISTIK KORBAN LUKA TEMBAK DI RUMAH  SAKIT BHAYANGKARA KOTA MEDAN TAHUN 2021-2024</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28285</link>
      <description>Title: KARAKTERISTIK KORBAN LUKA TEMBAK DI RUMAH  SAKIT BHAYANGKARA KOTA MEDAN TAHUN 2021-2024
Authors: AFRIYANDA, TRI OKTARIA
Abstract: Pendahuluan: Luka tembak merupakan salah satu bentuk kekerasan akibat &#xD;
proyektil senjata api yang menembus tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan &#xD;
jaringan serius hingga kematian. Luka ini menjadi perhatian dalam bidang &#xD;
kedokteran forensik karena sering berkaitan dengan kasus pidana seperti &#xD;
pembunuhan, perampokan, atau konflik bersenjata. Tujuan: Mengetahui &#xD;
karakteristik luka tembak berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi luka, dan jarak &#xD;
luka tembak pada korban di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Medan tahun 2021–&#xD;
2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan &#xD;
menggunakan data sebanyak 74 korban luka tembak yang diperoleh dari dokumen &#xD;
Visum et Repertum. Analisis dilakukan secara univariat terhadap setiap variabel &#xD;
dan hasilnya disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Mayoritas korban &#xD;
berjenis kelamin laki-laki sebanyak 63 kasus (85,1%) dan berada pada kelompok &#xD;
usia 36–45 tahun sebanyak 22 kasus (29,7%). Lokasi luka terbanyak terdapat pada &#xD;
dada sebanyak 27 kasus (33,8%), dan berdasarkan jarak luka tembak, kasus paling &#xD;
banyak berasal dari jarak dekat sebanyak 42 kasus (56,8%). Kesimpulan: Korban &#xD;
luka tembak umumnya adalah pria usia produktif dengan luka yang mengenai &#xD;
bagian tubuh vital, serta sebagian besar berasal dari jarak tembak dekat yang &#xD;
mengindikasikan adanya kemungkinan tindakan kekerasan yang dilakukan secara &#xD;
terarah dan agresif.</description>
      <pubDate>Thu, 24 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28285</guid>
      <dc:date>2025-07-24T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA  KESEHATAN TERHADAP EDUKASI PRAKTIK TAHNIK  KURMA PADA BAYI DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28284</link>
      <description>Title: HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA  KESEHATAN TERHADAP EDUKASI PRAKTIK TAHNIK  KURMA PADA BAYI DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
Authors: JUSTITIA, NABILA
Abstract: Pendahuluan: Tahnik kurma adalah praktik keagamaan untuk kelahiran bayi &#xD;
dalam tradisi Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan tergolong &#xD;
sebagai sunnah. Tahnik kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bayi dan &#xD;
memiliki nilai-nilai moral yang baik bagi kehidupan bayi. Namun, saat ini &#xD;
praktik Tahnik kurma mulai ditinggalkan, salah satunya karena anjuran WHO &#xD;
mengenai program ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.&#xD;
Keberhasilan praktik Tahnik kurma memerlukan dukungan dari tenaga kesehatan. &#xD;
Edukasi kesehatan mengenai praktik Tahnik kurma merupakan salah satu bentuk &#xD;
dari dukungan tenaga kesehatan terhadap praktik Tahnik kurma. Penelitian ini &#xD;
bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan terhadap &#xD;
praktik Tahnik kurma yang menjadi kunci dalam penerapan edukasi praktik &#xD;
Tahnik kurma. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan &#xD;
pendekatan analitik pada 74 sampel perawat dan bidan di Rumah Sakit Haji &#xD;
Medan yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data &#xD;
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman pada &#xD;
perangkat SPSS. Hasil: Mayoritas tenaga kesehatan memiliki tingkat &#xD;
pengetahuan baik (60.8%) dan sikap positif (66.3%) terhadap praktik Tahnik &#xD;
kurma. Edukasi praktik Tahnik kurma dilakukan oleh 35.1% tenaga kesehatan. &#xD;
Analisis hubungan menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara &#xD;
pengetahuan (p: 0,155) dan sikap (p: 0,078) tenaga kesehatan terhadap edukasi &#xD;
praktik Tahnik kurma. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa &#xD;
pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap praktik Tahnik kurma &#xD;
tidak mendukung tenaga kesehatan melakukan edukasi praktik Tahnik kurma &#xD;
dikarenakan pengaruh lain dari faktor eksternal.</description>
      <pubDate>Sat, 26 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28284</guid>
      <dc:date>2025-07-26T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PENGARUH JUMLAH ROKOK TERHADAP VOLUME EKSPIRASI PAKSA 1 DETIK PADA PASIEN PPOK STABIL DI RS MITRA MEDIKA AMPLAS MEDAN</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28283</link>
      <description>Title: PENGARUH JUMLAH ROKOK TERHADAP VOLUME EKSPIRASI PAKSA 1 DETIK PADA PASIEN PPOK STABIL DI RS MITRA MEDIKA AMPLAS MEDAN
Authors: KHAIRINA
Abstract: Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan &#xD;
respiratori progresif yang dicirikan oleh keterbatasan aliran udara yang tidak &#xD;
sepenuhnya reversibel, ditandai dengan penurunan nilai Forced Expiratory &#xD;
Volume in 1 Second (FEV₁ ). Merokok merupakan determinan risiko utama yang &#xD;
mempercepat penurunan FEV₁ , dengan hubungan yang menunjukkan efek dose–&#xD;
response, baik terhadap jumlah batang rokok per hari maupun durasi paparan. &#xD;
Beberapa studi sebelumnya melaporkan korelasi negatif yang signifikan antara &#xD;
tingkat konsumsi rokok harian dengan nilai FEV₁ (r = –0,288; p &lt; 0,001), serta &#xD;
penurunan fungsi paru secara keseluruhan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan &#xD;
untuk mengevaluasi hubungan antara jumlah rokok yang dikonsumsi per hari &#xD;
dengan nilai FEV₁ pada pasien PPOK stabil yang menjalani perawatan rawat &#xD;
jalan di Rumah Sakit Mitra Medika Amplas, Medan. Metode : Desain penelitian &#xD;
ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian merupakan pasien dengan diagnosis PPOK stabil &#xD;
yang memenuhi kriteria inklusi, dan dipilih menggunakan teknik consecutive &#xD;
sampling. Informasi mengenai jumlah konsumsi rokok per hari dikumpulkan &#xD;
menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan nilai FEV₁ diperoleh dari hasil &#xD;
pemeriksaan spirometri yang dilaksanakan berdasarkan pedoman GOLD dan &#xD;
protokol teknis ATS/ERS. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi &#xD;
Spearman untuk data ordinal, serta regresi linier untuk mengkaji pengaruh jumlah &#xD;
rokok terhadap FEV₁ , dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada α = 0,05.&#xD;
Hasil : Sebanyak 50 pasien PPOK stabil diikutsertakan dalam penelitian ini, &#xD;
dengan rerata usia 60 ± 8 tahun, mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan &#xD;
hubungan negatif yang signifikan antara jumlah batang rokok yang dikonsumsi &#xD;
per hari dan nilai FEV₁ (r = −0,32; p = 0,019). Model regresi linier menunjukkan &#xD;
bahwa setiap peningkatan konsumsi sebesar 5 batang rokok per hari diasosiasikan &#xD;
dengan penurunan rerata FEV₁ sebesar 0,12 liter (β = –0,024 L/batang; 95% CI: &#xD;
−0,045 hingga −0,003; p = 0,026). Model tetap signifikan setelah disesuaikan &#xD;
dengan variabel perancu seperti usia, durasi merokok, dan indeks massa tubuh &#xD;
(IMT). Kesimpulan : Jumlah konsumsi rokok harian menunjukkan korelasi &#xD;
ix&#xD;
negatif yang bermakna terhadap nilai FEV₁ pada pasien PPOK dalam kondisi &#xD;
stabil. Hasil ini memperkuat bukti ilmiah mengenai hubungan dosis-efek antara &#xD;
merokok dan penurunan fungsi paru, sekaligus menekankan pentingnya intervensi &#xD;
berhenti merokok secara dini sebagai bagian integral dari tata laksana jangka &#xD;
panjang PPOK.</description>
      <pubDate>Mon, 07 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28283</guid>
      <dc:date>2025-07-07T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM  PUSAT HAJI ADAM MALIK KOTA MEDAN</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28282</link>
      <description>Title: HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM  PUSAT HAJI ADAM MALIK KOTA MEDAN
Authors: AZIZI, RACHMAD
Abstract: Latar belakang: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah suatu diagnosa &#xD;
histologi yang di definisikan sebagai pembesaran prostat jinak, salah satu faktor &#xD;
risiko dari BPH adalah usia. Dalam penegakan BPH dapat menggunakan tes &#xD;
Prostate-specific antigen (PSA), PSA merupakan suatu serine protease yang &#xD;
bertanggung jawab dalam liquefaksi dan sekresi semen menuju seminal plasma, &#xD;
PSA juga dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya usia. Tujuan dari &#xD;
penelitian ini mengetahui apakah terdapat hubungan antara usia dengan kadar &#xD;
PSA pada pasien BPH di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Kota Medan. &#xD;
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain observasional &#xD;
analitik secara retrospektif dengan pendekatan cross sectional, sampel merupakan &#xD;
rekam medis pasien dengan diagnosa histopatologis BPH di RSUP H.Adam Malik &#xD;
Kota Medan tahun 2022-2024, analisis data yang digunakan adalah korelasi &#xD;
spearman. Hasil: dari 42, sampel terbanyak berusia 60-69 tahun (42,86%) dan &#xD;
sampel terkecil berusia 80-89 tahun (9,52%) dan rentang kadar PSA terbanyak &#xD;
adalah 10,1-20 ng/ml (42,86%). Dari hasi uji korelasi menunjukkan bahwa nilai &#xD;
sig.(p-value) = 0,838. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara usia dan kadar &#xD;
PSA pada pasien BPH.</description>
      <pubDate>Thu, 05 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/28282</guid>
      <dc:date>2025-06-05T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

