<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Mechanical Engineering</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/25</link>
<description>Teknik Mesin</description>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 15:17:04 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-09T15:17:04Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISA KUAT TEKAN PAVING BLOCK BERBAHAN CAMPURAN PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) DAN PASIR</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32098</link>
<description>ANALISA KUAT TEKAN PAVING BLOCK BERBAHAN CAMPURAN PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET) DAN PASIR
SEBTY, ALRIDA RITONGA
Limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) yang sulit terurai berpotensi&#13;
menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian&#13;
ini bertujuan memanfaatkan limbah plastik PET sebagai bahan campuran paving&#13;
block dan menganalisis pengaruhnya terhadap kuat tekan yang dihasilkan. Metode&#13;
yang digunakan adalah eksperimental, dengan melelehkan limbah PET dan&#13;
mencampurkannya dengan pasir pada variasi komposisi 70:30, 60:40, dan 50:50,&#13;
kemudian dicetak berukuran 20 cm × 10 cm × 6 cm menggunakan mesin press.&#13;
Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap sembilan spesimen dengan luas bidang&#13;
tekan 20.000 mm² menggunakan mesin uji tekan rancangan sendiri di&#13;
Laboratorium Fakultas Teknik UMSU. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata&#13;
kuat tekan komposisi 70:30, 60:40, dan 50:50 berturut-turut sebesar 28,21 MPa,&#13;
27,84 MPa, dan 15,07 MPa. Berdasarkan SNI 03-0691-1996, komposisi 70:30&#13;
dan 60:40 memenuhi syarat mutu B (untuk pelataran parkir), sedangkan&#13;
komposisi 50:50 memenuhi syarat mutu C (untuk pejalan kaki). Peningkatan&#13;
proporsi PET dalam campuran cenderung meningkatkan kuat tekan paving block&#13;
yang dihasilkan.
</description>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32098</guid>
<dc:date>2026-08-31T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PERHITUNGAN GAYA APUNG MESIN OIL SKIMMER</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/31424</link>
<description>ANALISIS PERHITUNGAN GAYA APUNG MESIN OIL SKIMMER
ALFI, SYAHRIL
Pencemaran minyak pada permukaan air dapat menurunkan kualitas lingkungan &#13;
dan mengganggu proses pengolahan air. Oil skimmer merupakan perangkat yang &#13;
digunakan untuk memisahkan minyak dari air dengan memanfaatkan prinsip gaya &#13;
apung. Pada oil skimmer tipe drum roller, kedalaman roller menjadi parameter &#13;
penting karena berpengaruh terhadap efektivitas pemisahan minyak. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis besar gaya apung yang bekerja pada sistem serta &#13;
menentukan kedalaman roller pada variasi beban fluida sebesar 10 liter dan 15 liter. &#13;
Penelitian dilakukan pada waduk uji berukuran 4 × 3 meter melalui pengukuran &#13;
langsung terhadap kedalaman terendam pelampung, massa total sistem, gaya &#13;
apung, dan gaya berat. Perhitungan gaya apung dilakukan  menggunakan Hukum &#13;
Archimedes untuk sistem dua fluida, yaitu minyak dan air, sedangkan kedalaman &#13;
roller ditentukan berdasarkan kondisi keseimbangan gaya (Fₐ = W). Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa gaya apung meningkat seiring bertambahnya beban fluida. &#13;
Pada beban 10 liter diperoleh gaya apung sebesar 389,81 N dengan kedalaman &#13;
roller 0,0415 m, sedangkan pada beban 15 liter nilai gaya apung meningkat menjadi &#13;
546,25 N dengan kedalaman roller 0,0476 m. Pada kedua kondisi tersebut, gaya &#13;
apung yang bekerja lebih besar dibandingkan gaya berat sistem (Fₐ &gt; W), sehingga &#13;
oil skimmer dapat beroperasi secara keseimbangan. Penelitian ini menyimpulkan &#13;
bahwa variasi beban fluida berpengaruh terhadap besar gaya apung dan kedalaman &#13;
roller. Kedalaman roller yang efektif dicapai ketika gaya apung mencukupi untuk &#13;
menopang sistem sehingga proses pemisahan minyak dari permukaan air dapat &#13;
berlangsung dengan baik.
</description>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/31424</guid>
<dc:date>2026-06-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISA TINGKAT VIBRASI ISO 10816-3 PADA MESIN TURBIN UAP AKIBAT BEBAN DAN KECEPATAN OPERASIONAL</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/30938</link>
<description>ANALISA TINGKAT VIBRASI ISO 10816-3 PADA MESIN TURBIN UAP AKIBAT BEBAN DAN KECEPATAN OPERASIONAL
IRVAN, EVENDI
Turbin uap adalah salah satu jenis turbin, Dimana Turbin uap termasuk dalam &#13;
kelompok pesawat-pesawat konversi energy potensial uap menjadi energy &#13;
mekanik pada poros turbin uap. Poros turbin uap langsung atau dengan bantuan &#13;
roda gigi reduksi dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis tingkat vibrasi pada mesin turbin uap berdasarkan &#13;
standar ISO 10816-3 serta mengidentifikasi pengaruh variasi beban operasional &#13;
terhadap nilai vibrasi. Pengukuran dilakukan pada empat titik bearing, yaitu &#13;
bearing pinion 1, bearing pinion 2, bearing bull gear 1, dan bearing bull gear 2 &#13;
pada posisi vertikal dan horizontal. Metode yang digunakan adalah pengukuran &#13;
langsung menggunakan alat vibration meter serta pengolahan data log sheet &#13;
operator selama turbin beroperasi pada berbagai beban. Parameter yang diamati &#13;
adalah nilai kecepatan getaran (velocity RMS) dalam satuan mm/s. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa nilai vibrasi pada seluruh titik pengukuran masih berada &#13;
dalam batas aman menurut standar ISO 10816-3 untuk mesin kategori Group 1 &#13;
dengan pondasi rigid. Nilai vibrasi tertinggi ditemukan pada bearing pinion 2, &#13;
namun masih berada pada zona operasi normal. Selain itu, peningkatan beban &#13;
operasional menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai vibrasi, meskipun &#13;
tidak signifikan terhadap kondisi keseluruhan mesin. Dengan demikian, &#13;
monitoring vibrasi secara berkala sangat penting untuk menjaga keandalan turbin &#13;
dan mencegah terjadinya kerusakan dini pada komponen mesin.
</description>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/30938</guid>
<dc:date>2026-02-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS KINERJA MESIN PEMOTONGAN TEMPURUNG KELAPA</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/30847</link>
<description>ANALISIS KINERJA MESIN PEMOTONGAN TEMPURUNG KELAPA
DZUL, FADLI TRIWIBOWO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kapasitas dan efisiensi pemotongan &#13;
tempurung kelapa secara manual serta belum optimalnya kinerja mesin yang telah &#13;
ada, sehingga diperlukan analisis kinerja untuk meningkatkan produktivitas dan &#13;
keseragaman hasil. Research gap terletak pada belum adanya evaluasi &#13;
komprehensif terhadap kapasitas kerja efektif, kapasitas kerja teoritis, efisiensi, dan &#13;
keseragaman potongan ukuran 4×4 cm pada mesin pemotong tempurung kelapa &#13;
berpenggerak motor listrik 1 HP. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana &#13;
kinerja mesin pemotong tempurung kelapa, bagaimana tingkat efisiensi kerjanya, &#13;
dan bagaimana keseragaman hasil potongannya.Hasil penelitian menunjukkan &#13;
kapasitas kerja efektif masing-masing sebesar 747 kg/jam (8 kg), 935 kg/jam (10 kg), &#13;
dan 1120 kg/jam (12 kg), dengan kapasitas kerja teoritis 67 kg/jam. Tingkat &#13;
keseragaman potongan ukuran 4×4 cm rata-rata mencapai 68%. Pembahasan &#13;
menunjukkan bahwa putaran mesin 2800 rpm, ketebalan pisau 3 mm, dan panjang &#13;
pisau 160 mm berpengaruh terhadap performa pemotongan.Kesimpulannya, mesin &#13;
mampu meningkatkan produktivitas namun keseragaman hasil masih perlu &#13;
ditingkatkan. Disarankan dilakukan modifikasi desain pisau, pengaturan putaran &#13;
optimal, serta penambahan sistem kontrol untuk meningkatkan efisiensi dan &#13;
kualitas potongan.
</description>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/30847</guid>
<dc:date>2026-04-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
