<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection: Magister Teknik Elektro</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/168</link>
    <description>Magister Teknik Elektro</description>
    <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 15:49:18 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-20T15:49:18Z</dc:date>
    <item>
      <title>PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN   TERHADAP KUALITAS CITRA   COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN (CT-SCAN)  MENGGUNAKAN CT ACR PHANTOM</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30352</link>
      <description>Title: PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN   TERHADAP KUALITAS CITRA   COMPUTED TOMOGRAPHY SCAN (CT-SCAN)  MENGGUNAKAN CT ACR PHANTOM
Authors: RAHIM, ABDUL
Abstract: Mutu citra pada pemeriksaan CT-Scan sangat dipengaruhi oleh pengaturan &#xD;
parameter teknis, khususnya tegangan tabung (kVp), yang menentukan energi &#xD;
foton dan karakteristik interaksi sinar-X dengan objek. Pengaruh variasi kVp &#xD;
terhadap Noise dalam konteks variasi tegangan tabung (kVp), efeknya terhadap &#xD;
Noise adalah lebih kompleks dibandingkan pengaruh arus dikalikan waktu (mAs). &#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tegangan tabung (80, &#xD;
100, 120, dan 140 kVp) terhadap beberapa parameter mutu citra, yaitu noise, &#xD;
resolusi kontras, resolusi spasial, uniformity, CT Number accuracy, dan akurasi &#xD;
ketebalan irisan, menggunakan CT ACR Phantom. Pengambilan data dilakukan &#xD;
melalui serangkaian pemindaian standar sesuai protokol ACR, kemudian seluruh &#xD;
parameter dievaluasi secara deskriptif dan dibandingkan dengan batas toleransi &#xD;
mutu yang ditetapkan ACR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan &#xD;
kVp menghasilkan penurunan noise secara signifikan, dengan nilai terendah pada &#xD;
140 kVp. Resolusi kontras meningkat pada kVp menengah hingga tinggi, dan &#xD;
performa terbaik dicapai pada 120 kVp. Resolusi spasial stabil pada seluruh &#xD;
variasi kVp dan memenuhi standar ACR. Parameter uniformity, CT Number &#xD;
accuracy, dan slice thickness menunjukkan konsistensi hasil yang baik pada &#xD;
seluruh nilai kVp, meskipun akurasi HU terbaik dicapai pada 120 kVp, sementara &#xD;
deviasi slice thickness terkecil berada pada 140 kVp. Ketiga parameter tersebut &#xD;
berada dalam batas toleransi ACR, menandakan kinerja sistem CT yang optimal. &#xD;
Secara keseluruhan, seluruh variasi kVp yang diuji memenuhi standar mutu citra &#xD;
ACR, namun 120 kVp memberikan performa paling seimbang dan stabil pada &#xD;
hampir seluruh parameter evaluasi. Dengan demikian, nilai kVp tersebut dapat &#xD;
direkomendasikan sebagai tegangan optimum untuk pemeriksaan yang &#xD;
membutuhkan akurasi HU, noise rendah, dan deteksi kontras rendah yang baik. &#xD;
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam optimasi parameter &#xD;
pemindaian serta peningkatan prosedur QA/QC pada sistem CT-Scan.</description>
      <pubDate>Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30352</guid>
      <dc:date>2025-12-30T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>ANALISIS SUMBER HARMONISA YANG DITIMBULKAN  PERALATAN ELEKTROMEDIS DI LABORATORIUM  UJI PRODUK ALAT KESEHATAN</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30351</link>
      <description>Title: ANALISIS SUMBER HARMONISA YANG DITIMBULKAN  PERALATAN ELEKTROMEDIS DI LABORATORIUM  UJI PRODUK ALAT KESEHATAN
Authors: SINULINGGA, ASNA
Abstract: Kualitas daya listrik merupakan faktor penting dalam operasional laboratorium uji &#xD;
produk alat kesehatan, terutama karena banyak peralatan elektromedis &#xD;
menggunakan beban non-linear yang berpotensi menghasilkan harmonisa. &#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber harmonisa yang ditimbulkan &#xD;
oleh beberapa peralatan elektromedis, yaitu Electrocardiograph (ECG), Patient &#xD;
Monitor, Suction Pump, Oxygen Concentrator, Climatic Chamber, dan Infant &#xD;
Incubator, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap distorsi arus (THDi) dan &#xD;
distorsi tegangan (THDv) pada sistem kelistrikan laboratorium. Pengukuran &#xD;
dilakukan menggunakan power quality analyzer dengan metode pengujian pada &#xD;
setiap peralatan  dan pengujian gabungan peralatan elektromedis untuk mengetahui &#xD;
perubahan karakteristik harmonisa saat peralatan beroperasi secara bersamaan. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai THDv untuk seluruh peralatan berada &#xD;
pada kisaran 1,55–1,68%, jauh di bawah batas standar IEEE Std 519-2014 (≤8%), &#xD;
sehingga distorsi tegangan masih dalam kondisi aman. Uji peralatan elektromedis &#xD;
secara terpisah menghasilkan THDi sangat tinggi, seperti ECG sebesar 143,71% &#xD;
dan Patient Monitor sebesar 156,50%, dengan dominasi harmonisa orde ke-3 dan &#xD;
ke-5. Namun, pada kondisi operasi gabungan, THDi sistem menurun signifikan &#xD;
sebesar 67,93% menjadi 7,79% akibat adanya cancellation effect dan perbedaan &#xD;
sudut fasa antar komponen harmonisa dari masing-masing peralatan. Pengukuran &#xD;
secara keseluruhan menunjukkan bahwa harmonisa orde rendah merupakan &#xD;
kontributor utama distorsi arus, sehingga strategi mitigasi diarahkan pada &#xD;
penggunaan filter LC ter-tuning dan Active Harmonic Filter (AHF) sebagai solusi &#xD;
yang efektif dan adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis &#xD;
dalam perancangan mitigasi harmonisa serta peningkatan kualitas daya pada &#xD;
laboratorium uji produk alat kesehatan. Selain itu, hasil penelitian memberikan &#xD;
kontribusi bagi pengembangan standarisasi laboratorium uji produk alat kesehatan &#xD;
pada Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan Medan berbasis kualitas daya &#xD;
yang baik sesuai persyaratan IEEE Std 519-2014.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30351</guid>
      <dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>ANALISIS SISTEM PENTANAHAN UNTUK MELINDUNGI  PERALATAN ELEKTRONIK AKIBAT SAMBARAN PETIR           DI STASIUN KLIMATOLOGI SUMATERA UTARA</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/26684</link>
      <description>Title: ANALISIS SISTEM PENTANAHAN UNTUK MELINDUNGI  PERALATAN ELEKTRONIK AKIBAT SAMBARAN PETIR           DI STASIUN KLIMATOLOGI SUMATERA UTARA
Authors: SOLEH, MUHAMAD
Abstract: Stasiun Klimatologi Sumatera Utara merupakan salah satu Instansi Badan &#xD;
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang melaksanakan tugas pemerintahan &#xD;
di bidang Klimatologi dan Kualitas Udara sesuai dengan ketentuan perundang&#xD;
undangan yang berlaku. Pentanahan (grounding) adalah sistem proteksi yang &#xD;
sangat penting dalam instalasi listrik, karena berfungsi mengalirkan arus berlebih &#xD;
kedalam tanah, sehingga dapat mengamankan manusia dan peralatan sistem &#xD;
tenaga listrik. Stasiun Klimatologi Sumatera Utara sudah terinstalasi Sistem &#xD;
Proteksi Petir Terpadu, namun masih terjadi kerusakan pada peralatan elektronik &#xD;
yang diidentifikasi diakibatkan oleh sambaran petir, seperti Automatic Weather &#xD;
Station, Switch Hub Particulat Matter 2,5 yang berada di taman alat serta &#xD;
beberapa peralatan elektronik seperti komputer yang berada di gedung observasi. &#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pentanahan yang diterapkan &#xD;
serta meminimalisir kerusakan peralatan elektronik yang diakibatkan oleh &#xD;
sambaran petir yang ada di gedung observasi dan taman alat Stasiun Klimatologi &#xD;
Sumatera Utara. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan &#xD;
menggunakan metode pengukuran tiga titik. Sistem Proteksi Petir yang ada di &#xD;
Stasiun Klimatologi Sumatera Utara terdiri dari 7 buah elektroda batang &#xD;
terinstalasi secara paralel. Berdasarkan nilai pengukuran pentanahan pada masing&#xD;
masing blok kontrol dengan nilai rata-rata 0,420 ohm dan hasil perhitungan &#xD;
sebesar 0,439 ohm, nilai tahanan pentanahan berada dibawah 2 ohm sesuai dengan &#xD;
SNI PUIL 2011 mengenai nilai tahanan pada peralatan elektronik. Kerusakan &#xD;
peralatan elektronik pada tegangan rendah di gedung observasi dan taman alat &#xD;
Stasiun Klimatologi Sumatera Utara diakibatkan karena masih kurangnya Arrester &#xD;
dan pentanahan internal yang terpasang pada masing-masing peralatan elektronik. &#xD;
Penelitian ini merekomendasikan untuk pemasangan arrester dan pentanahan &#xD;
internal untuk masing-masing peralatan elektronik. Manfaat dari penelitian ini &#xD;
dapat mengetahui analisis dan solusi sistem pentanahan sebagai proteksi &#xD;
keamanan peralatan operasional.</description>
      <pubDate>Sat, 21 Sep 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/26684</guid>
      <dc:date>2024-09-21T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>ANALISA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU SEBAGAI ENERGI CADANGAN UNTUK SISTEM PENERANGAN PADA KAPAL LAUT</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25192</link>
      <description>Title: ANALISA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU SEBAGAI ENERGI CADANGAN UNTUK SISTEM PENERANGAN PADA KAPAL LAUT
Authors: MUJIONO, RESTU
Abstract: Pelayaran saat ini adalah salah satu moda transportasi yang paling kritis &#xD;
untuk perdagangan dunia, menyumbang sekitar 90% dari perdagangan global. &#xD;
Namun, industri perkapalan juga menjadisalah satu penyumbang utama emisi GRK&#xD;
global, saat ini menyumbang sekitar 3% dari total global. Diperkirakan penggunaan &#xD;
bahan bakar fosil oleh industri pelayaran internasional berkontribusi sekitar 3% &#xD;
emisi gas rumah kaca (GRK) tahunan secara global pada tahun 2022. Penggerak &#xD;
Kapal Berbantuan Angin (WASP) adalah solusi yang menjanjikan karena &#xD;
merupakan salah satu dari sedikit teknologi kapal yang menawarkan penghematan&#xD;
bahan bakar dan emisi dua digit, dan diyakini menjadi sumber energi terbarukan &#xD;
yang penting untuk masa depan industri pelayaran. Untuk aplikasi kapal, data&#xD;
prakiraan cuaca memainkan peran utama dalam menentukan pemasangan sistem di&#xD;
kapal saat kapal melakukan perjalanan dari pelabuhan ke pelabuhan untuk&#xD;
transportasi. Data kapal menunjukkan penggunaan daya penerangan pada kapal &#xD;
adalah sebesar 4,89 kWh/jam atau 117 kWh/hari yaitu selama kapal berjalan dari&#xD;
rute belawan menuju batam. Data yang dihasilkan bisa terlihat dari 5 titik lokasi &#xD;
penelitian kecepatan angin yang diperoleh dari masing - masing tempat ada yang &#xD;
kecil dan ada yang besar. Rata-rata dari beberapa sampel yang diambil yaitu hanya &#xD;
sebesar 3,13 m/s. Kecepatan angin rata-rata yang ada, maka daya spesifik yang &#xD;
dapat dihasilkan adalah 18,39 Watt/m2&#xD;
. Masa udara rata-rata 324,53 kg/s dan energi&#xD;
kinetik yang dihasilkan sebesar 1589,7 Joule. Daya yang dapat dibangkitkan oleh &#xD;
turbin yang diasumsikan berkapasitas 10 kW sebesar 1627,26Watt, untuk &#xD;
mensuplai beban penerangan total pada kapal dari hasil perhitungan, maka &#xD;
dibutuhkan 4 unit turbin dengan kapasitas 10kW. Simulasi yang diperoleh dari&#xD;
aplikasi HOMER total biaya awal yang dibutuhkan adalah Rp. 190.144.300 dengan &#xD;
biaya operasi per kWh nya adalah sebesar Rp. 1.951,58.</description>
      <pubDate>Sat, 27 Jul 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/25192</guid>
      <dc:date>2024-07-27T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

