<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection: Magister Kenotariatan</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/154</link>
    <description>Magister Kenotariatan</description>
    <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 04:56:15 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-10T04:56:15Z</dc:date>
    <item>
      <title>TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PERIZINAN  BERUSAHA MELALUI SISTEM ONLINE   SINGLE SUBMISSION (OSS)  (Studi di Kantor Notaris Kabupaten Asahan)</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30052</link>
      <description>Title: TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PERIZINAN  BERUSAHA MELALUI SISTEM ONLINE   SINGLE SUBMISSION (OSS)  (Studi di Kantor Notaris Kabupaten Asahan)
Authors: ZUHAILI, WAHBAH
Abstract: Online single submission merupakan sistem perizinan berusaha yang baru &#xD;
berdasarkan PP No. 5 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha &#xD;
yang kemudian di perbaharui dengan PP No. 28 Tahun 2025, yang ditujukan &#xD;
langsung kepada para pelaku usaha, dimana tidak ditemukan tanggung jawab &#xD;
notaris dalam perizinan berusaha sesuai dengan aturan tersebut serta aturan hukum &#xD;
lainnya, namun dalam praktiknya sering dijumpai notaris yang melakukan &#xD;
pendaftaran perizinan bersaha melalui sistem oss, berdasarkan pemintaan para &#xD;
pelaku usaha kepada notaris yang bertindak A/N pribadi untuk menerima kuasa &#xD;
dalam melakukan pendaftaran perizinan berusaha melalui sistem oss guna &#xD;
kepentingan dan ke inginan dari pelaku usaha itu sendiri, Dengan adanya perjanjian &#xD;
pemberian kuasa  tentunya melahirkan hubungan hukum antara kedua belah pihak. &#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem perizinan berusaha &#xD;
bagi pelaku usaha melalui sistem oss, pendaftaran perizinan berusaha melalui sitem &#xD;
oss yang di lakukan oleh notaris, serta tanggung jawab notaris dalam pengurusan &#xD;
perizinan berusaha melalui sistem oss. &#xD;
Tesis ini menggunakan teori kewenangan, teori sistem hukum, dan teori tanggung &#xD;
jawab, Penelitian dalam tesis ini berjenis Penelitian hukum empiris dengan &#xD;
menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan peraturan perundang-undangan &#xD;
(statue approach) dan bersifat deskriptif analitis untuk menggambarkan suatu &#xD;
kondisi atau keadaan yang sedang terjadi atau berlangsung agar dapat memberikan &#xD;
data seteliti mungkin mengenai objek penelitian termasuk juga melakukan &#xD;
penelitian kepustakaan atau lapangan dengan cara melakukan wawancara kepada &#xD;
narasumber yang kompeten guna memperoleh bahan atau data yang konkrit. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sistem perizinan oss dapat di akses langsung &#xD;
oleh pelaku usaha melalui situs https://oss.go.id, dikernakan tidak ada hubungan &#xD;
dengan akun notaris, pendaftaran perizinan berusaha melalui sitem oss yang di &#xD;
lakukan oleh notaris atas dasar perjanjian pemberian kuasa yang menganggap &#xD;
notaris mempunyai kemampuan didalamnya, maka pelaku usaha memberi kuasa &#xD;
kepada notaris untuk membantu mereka dalam hal pengurusan perizinan berusaha &#xD;
atas suatu badan usaha yang akta pendiriannya dibuat oleh notaris, dilihat dari &#xD;
UUJN dan UU lainnya notaris tidak memiliki tanggung jawab dalam memproses &#xD;
perizinan berusaha melalui sistem oss, hanya berperan memverivikasi data usaha.</description>
      <pubDate>Tue, 25 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30052</guid>
      <dc:date>2025-11-25T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>ANALISIS YURIDIS JUAL BELI MASKER MELALUI MEDIA  SOSIAL (ONLINE) YANG TIDAK SESUAI PERJANJIAN   (Studi Putusan Pengadilan Negeri Palopo Nomor  51/Pid.B/2021/PN.Plp)</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30039</link>
      <description>Title: ANALISIS YURIDIS JUAL BELI MASKER MELALUI MEDIA  SOSIAL (ONLINE) YANG TIDAK SESUAI PERJANJIAN   (Studi Putusan Pengadilan Negeri Palopo Nomor  51/Pid.B/2021/PN.Plp)
Authors: ULFA SIREGAR, DESY AULIA
Abstract: Perkembangan transaksi jual beli melalui media sosial menghadirkan bentuk &#xD;
perjanjian elektronik yang secara hukum dianggap sah sepanjang memenuhi &#xD;
syarat Pasal 1320 KUH Perdata dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang &#xD;
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta &#xD;
perubahannya. Namun dalam praktik, transaksi tersebut dapat bergeser dari ranah &#xD;
wanprestasi menjadi tindak pidana apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan &#xD;
atau tipu muslihat sejak awal perjanjian. Penelitian ini bertujuan untuk &#xD;
menganalisis keabsahan jual beli online berdasarkan hukum positif di Indonesia, &#xD;
mekanisme pembentukan perjanjiannya, serta pertimbangan hakim dalam Putusan &#xD;
Pengadilan Negeri Palopo Nomor 51/Pid.B/2021/PN.Plp terkait penjualan masker &#xD;
melalui media sosial yang tidak sesuai perjanjian. Penelitian menggunakan teori &#xD;
kepastian hukum, teori tanggung jawab, dan teori perlindungan hukum, dengan &#xD;
metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, &#xD;
sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian elektronik &#xD;
memiliki kekuatan mengikat yang sama dengan perjanjian konvensional &#xD;
sepanjang memenuhi syarat sahnya perjanjian, tetapi dalam kasus Putusan PN &#xD;
Palopo, perbuatan terdakwa memenuhi unsur Pasal 378 KUHP karena sejak awal &#xD;
terdapat niat jahat untuk tidak menyerahkan barang yang dijanjikan sehingga &#xD;
perkara tersebut tidak semata-mata merupakan wanprestasi. Dengan demikian, &#xD;
perlindungan hukum bagi konsumen harus memperhatikan mekanisme &#xD;
pembuktian niat jahat dalam transaksi elektronik agar tidak terjadi kekaburan &#xD;
antara wanprestasi dan tindak pidana penipuan.</description>
      <pubDate>Tue, 25 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30039</guid>
      <dc:date>2025-11-25T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>IMPLEMENTASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS  LENGKAP (PTSL) DI KANTOR PERTANAHAN  KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30038</link>
      <description>Title: IMPLEMENTASI PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS  LENGKAP (PTSL) DI KANTOR PERTANAHAN  KABUPATEN GAYO LUES PROVINSI ACEH
Authors: BERUTU, MASDI
Abstract: Implementasi PTSL merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari &#xD;
sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Penyusunan &#xD;
rencana secara matang tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan &#xD;
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 35 Tahun 2016 tentang &#xD;
Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Peraturan tersebut &#xD;
kemudian diubah dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan &#xD;
Pertanahan Nasional Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan &#xD;
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 35 &#xD;
Tahun 2016. Kemudian diperbaharui dan disempurnakan kembali dengan Peraturan &#xD;
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 &#xD;
Tahun 2018 tentang tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dengan di &#xD;
dasari Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran &#xD;
Tanah Sistematis Lengkap diseluruh Indonesia. Kebijakan pendaftaran tanah &#xD;
melalui PTSL dilatarbelakangi karena adanya kepentingan masyarakat yaitu adanya &#xD;
ketidakpastian hukum pemilikan dan batas-batas tanah, adanya kepentingan &#xD;
pemerintah dalam rangka pembuatan peraturan perundang-undangan dibidang &#xD;
pertanahan sebagai landasan untuk melaksanakan kebijakan administrasi &#xD;
pertanahan, selain itu perlu tersedianya informasi pertanahan yang dituangkan &#xD;
dalam bentuk peta dan daftar, sehingga diharapkan pada tahun 2025 seluruh tanah &#xD;
di Republik Indonesia ini telah terpetakan dan terdaftar.  &#xD;
Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan yang akan diteliti &#xD;
dalam peneletian ini adalah Bagaimana Implementasi PTSL, Dampak yang &#xD;
mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan PTSL, serta Faktor Penghambat dan &#xD;
II &#xD;
Solusi yang ditimbulkan dari terobosan yang dibuat pemerintah dalam Percepatan &#xD;
Implementasi PTSL dengan lokus adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Gayo Lues &#xD;
Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Survei, dengan &#xD;
sampel penelitian ini adalah masyarakat yang mendaftarkan tanahnya dalam &#xD;
pelaksanaan PTSL pada Kantor Pertanahan Kabupaten Kabupaten Gayo Lues &#xD;
Provinsi Aceh yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Selain &#xD;
responden dari masyarakat (50 orang), diambil juga responden lainnya yaitu Kepala &#xD;
Kantor Pertanahan Kabupaten Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh (1 orang), &#xD;
Ketua Panitia Ajudikasi (1 orang), dan Kepala Desa lokasi yang telah dipilih (4 &#xD;
orang). Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebar ke 50 orang &#xD;
masyarakat, selain itu hasil wawancara kepada responden selain masyarakat. Hasil &#xD;
penelitian menunjukkan bahwa Implementasi PTSL Pada Kantor Pertanahan &#xD;
Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh telah sesuai dengan PERMEN ATR/BPN &#xD;
Nomor 6 Tahun 2018 tetapi perlu dilengkapi dan disempurnakan dengan &#xD;
penyerahan hasil kegiatan pelaksanaan PTSL Tahun 2020 s/d 2023 oleh Ketua &#xD;
Ajudikasi kepada Kepala Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh.  &#xD;
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Implementasi PTSL ada 2 (dua) &#xD;
yaitu faktor internal yang terdiri dari penafsiran mengenai PTSL, Sumber Daya &#xD;
Manusia, Ketersediaan Sarana dan Prasarana, dan faktor eksternal yaitu keragaman &#xD;
kondisi geografis, kemauan dan kemampuan masyarankat, bantuan eksternal, dan &#xD;
batas wilayah definitif. Faktor yang menjadi penentu utama dalam pencapaian &#xD;
target perlu dioptimalkan dengan Strategi Percepatan Implementasi PTSL. Dari &#xD;
terobosan yang dibuat pemerintah dalam PERMEN ATR/BPN Nomor 6 Tahun &#xD;
2018 dalam Percepatan Pelaksanaan PTSL berdampak baik positif maupun negatif &#xD;
terhadap masyarakat dan pemerintah, sehingga perlu merevisi ataupun membuat &#xD;
aturan percepatan PTSL dalam bentuk Peraturan Pemerintah.</description>
      <pubDate>Tue, 25 Mar 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30038</guid>
      <dc:date>2025-03-25T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PERTANGGUNGJAWABAN CALON NOTARIS   MAGANG TERHADAP ADMINISTRASI DAN KERAHASIAAN   AKTA DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
      <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30034</link>
      <description>Title: PERTANGGUNGJAWABAN CALON NOTARIS   MAGANG TERHADAP ADMINISTRASI DAN KERAHASIAAN   AKTA DI KABUPATEN GAYO LUES
Authors: KARTIKA, NADYA
Abstract: Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki tugas untuk membuat &#xD;
akta, dalam hal pembuatan suatu akta notaris harus paham betul tentang apa yang &#xD;
diinginkan para pihak dan kemudian menuangkannya dalam sebuah akta, Notaris &#xD;
sebagai jabatan kepercayaan wajib untuk menyimpan rahasia mengenai akta yang &#xD;
dibuatnya dan keterangan atau pernyataan para pihak yang diperoleh dalam &#xD;
pembuatan akta, kecuali Undang-undang memerintahkannya untuk membuka &#xD;
rahasia dan memberikan keterangan tersebut kepada pihak yang memintanya. &#xD;
Tidak hanya notaris yang diwajibkan merahasiakan isi akta calon notaris yang &#xD;
magang dikantor notaris juga diwajibkan untuk bertindak dan menjaga sikap &#xD;
sebagaimana yang telah ditentukan dalam aturan tersebut. Pasal 16A ayat (1) dan &#xD;
(2) UUJN, selama magang di kantor notaris calon notaris diwajibkan untuk &#xD;
menjaga kerahasiaan segala sesuatu mengenai akta dan segala keterangan yang &#xD;
diperoleh guna pembuatan akta. &#xD;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian &#xD;
yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah &#xD;
data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik &#xD;
pengumpulan data yaitu dengan cara studi pustaka dan wawancara. Data-data &#xD;
yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk untuk &#xD;
mendapatkan hasil penulisan yang bersifat deskriptif analitis.  &#xD;
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban calon &#xD;
notaris magang terhadap kerahasiaan akta merupakan bentuk tanggung jawab no&#xD;
taris magang di kantor notaris terhadap administrasi akta yaitu dengan &#xD;
melaksanakan kewajiban sebagaimana telah dinyatakan dalam Pasal 16A ayat (2) &#xD;
UUJN yaitu tanggung jawab secara nyata oleh semua pihak  untuk merahasiakan &#xD;
semua yang berkaitan dengan administrasi pembuatan akta. Calon notaris dapat &#xD;
belajar mengkonsepkan akta atau membuat draft akta yang kemudian di konfirma&#xD;
sikan kepada notaris yang bersangkutan, calon notaris harus mengingat bahwa ia &#xD;
wajib menjaga kerahasiaan akta yang dibuatnya dan segala keterangan yang di&#xD;
perolehnya dalam hubungannya dengan pembuatan akta, maka dalam melakukan &#xD;
tindakan tanpa sepengetahuan notarus yang menyangkut kerahasiaan akta sangat &#xD;
merugikan reputasi notaris, tugas calon notaris magang yaitu menulis buku daftar &#xD;
akta (reportorium), menjahit dan menggaris akta, dan boleh mengikuti praktik &#xD;
yang terjadi di kantor notaris tempat magang bagi masing-masing calon notaris &#xD;
yang sedang menjalankan magang, menyusun administrasi yang diperlukan dalam &#xD;
pembutan akta.</description>
      <pubDate>Tue, 18 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30034</guid>
      <dc:date>2025-11-18T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

