<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/33">
    <title>DSpace Collection: Ilmu Hukum</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/33</link>
    <description>Ilmu Hukum</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31370" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31353" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31318" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31312" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-06-04T18:01:15Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31370">
    <title>PELAKSANAAN DIVERSI PADA SISTEM PERADILAN PIDANA  TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA  NARKOTIKA</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31370</link>
    <description>Title: PELAKSANAAN DIVERSI PADA SISTEM PERADILAN PIDANA  TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA  NARKOTIKA
Authors: Bancin, Ali Ardiansyah
Abstract: Penyalahgunaan narkotika di kalangan anak-anak telah mencapai tahap yang &#xD;
mengkhawatirkan dan mengancam masa depan generasi penerus bangsa. Proses &#xD;
peradilan pidana formal sering kali memberikan dampak negatif bagi &#xD;
perkembangan jiwa anak, seperti stigmatisasi (cap negatif) dan penjarisasi. &#xD;
Sebagai bentuk perlindungan, Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem &#xD;
Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) mewajibkan adanya upaya diversi yang &#xD;
berlandaskan pada keadilan restoratif (restorative justice). Penelitian ini bertujuan &#xD;
untuk mengetahui pelaksanaan diversi, kendala yang dihadapi, serta dasar &#xD;
pertimbangan hakim dalam memberikan penetapan diversi pada perkara anak &#xD;
penyalahguna narkotika dalam Penetapan Nomor 04/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Mgg &#xD;
di Pengadilan Negeri Magelang. &#xD;
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian &#xD;
normatif-empiris dengan pendekatan studi kasus dan pendekatan perundang&#xD;
undangan. Sumber data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer seperti UU &#xD;
SPPA dan UU Narkotika, sedangkan data primer diperoleh melalui teknik &#xD;
wawancara langsung dengan hakim di Pengadilan Negeri Magelang. Analisis data &#xD;
dilakukan secara deskriptif kualitatif. &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat kepolisian dan kejaksaan, &#xD;
mekanisme diversi tidak ditempuh karena anak didakwa melanggar Pasal 112 ayat &#xD;
(1) UU No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara, &#xD;
sehingga secara formil dianggap melebihi syarat diversi (di bawah 7 tahun). &#xD;
Namun, pada tingkat Pengadilan Negeri Magelang, hakim berhasil mengupayakan &#xD;
diversi melalui mekanisme dakwaan alternatif yang disusun oleh Jaksa Penuntut &#xD;
Umum, dengan menitikberatkan pada Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika serta &#xD;
berpedoman pada Pasal 3 PERMA No. 4 Tahun 2014. Dasar pertimbangan hakim &#xD;
dalam menetapkan diversi didasari atas asas kepentingan terbaik bagi anak (the &#xD;
best interest of the child) agar anak tetap dapat melanjutkan sekolah demi masa &#xD;
depannya, serta karena perkara tersebut bukan merupakan pengulangan tindak &#xD;
pidana. Sanksi hukum terbaik bagi anak pelaku penyalahgunaan narkotika adalah &#xD;
melalui tindakan rehabilitasi (medis dan sosial) untuk memulihkan perilaku anak &#xD;
seperti semula</description>
    <dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31353">
    <title>PERANAN INSPEKTORAT DALAM PELAKSANAAN PENGAWASAN  OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN MANDAILING NATAL</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31353</link>
    <description>Title: PERANAN INSPEKTORAT DALAM PELAKSANAAN PENGAWASAN  OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN MANDAILING NATAL
Authors: SIREGAR, M. NUR ZAKI FITRAH
Abstract: Skripsi ini berjudul Peranan Inspektorat Dalam Pelaksanaan Pengawasan &#xD;
Otonomi Daerah di Kabupaten Mandailing Natal, Dilatarbelakangi oleh pelaksanaan &#xD;
otonomi daerah menuntut adanya Tata kelola pemerintahan yang transparan dan &#xD;
akuntabel. Di Kabupaten Mandailing Natal menjadi krusial sebagai Aparat Pengawasan &#xD;
Intern Pemerintah (APIP) untuk memastikan penyelenggaraan urusan pemerintah &#xD;
berjalan sesuai koridor hukum sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang &#xD;
pemerintahan daerah. Mengatur bahwa inspektorat daerah merupakan perangkat daerah &#xD;
yang &#xD;
melaksanakan &#xD;
fungsi &#xD;
pengawasan &#xD;
penyelenggaraan &#xD;
pemerintahan &#xD;
daerah.Peraturan pemerintah (PP)  noomor 60 tahun 2008 tentang sistem pengendalian &#xD;
intern melalui audit, reviu, evaluasi. Dan pemantauan.  &#xD;
Namun penulis menilai peranan inspektorat dalam pelaksanaan pengawasan &#xD;
otonomi daerah belum optimal. Penulis mengangkat permasalahan tentang peranan &#xD;
inpektorat dalam pelaksanaan pengawasan otonomi daerah. Tujuan penulis mengangkat &#xD;
permasalahan ini untuk menganalisis sejauh mana efektivitas dan peranan inspektorat &#xD;
dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja perangkat daerah serta mengidentifikasi &#xD;
kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan otonomi daerah di wilayah &#xD;
tersebut. &#xD;
penelitian ini adalah penelitian hukum normatif-empiris yaitu mengkaji tentang &#xD;
pelaksanaan atau implementasi ketentuan hukum positif  (Perundang-Undangan) secara &#xD;
faktual pada setiap peristiwa hukum yang terjadi di pemerintahan Kabupaten &#xD;
Mandailing Natal. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang&#xD;
undangan dan pendekatan Kasus.  &#xD;
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menemukan permasalahan yang &#xD;
dialami Inspektorat  dalam pelaksanaan pengawasan otonomi daerah di Kabupaten &#xD;
Mandailing Natal yang menyebabkan belum optimalnya peran Inspektorat yang antara &#xD;
lain disebabkan oleh keterbatasan jumlah tenaga auditor (fungsional) yang tidak &#xD;
sebanding dengan luas wilayah dan jumlah satuan kerja yang diawasi.kemudian &#xD;
inspektorat  juga kerap mendapat hambatan eksternal yang dipengaruhi oleh kedudukan &#xD;
hukum dan kewenangan yang tidak terlepas dari bingkai politik praktis dan interpensi &#xD;
politik yang cukup tinggi terhadap inspektorat daerah, oleh karena itu perlu adanya &#xD;
rekontruksi ulang tata kelola tingkatan lembaga yang mengharuskan inspektorat lepas &#xD;
dari hierarki Kepala Daerah, melainkan kepada lembaga yang lebih tinggi tingkatanya &#xD;
seperti Inspektorat Provinsi atau Inspektorat Jendral Kementrian Dalam Negeri &#xD;
(kemendagri).</description>
    <dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31318">
    <title>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN  PENYALAHGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)  BERUPA DEEPFAKE PORNOGRAFI MENURUT   HUKUM POSITIF DI INDONESIA</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31318</link>
    <description>Title: PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN  PENYALAHGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)  BERUPA DEEPFAKE PORNOGRAFI MENURUT   HUKUM POSITIF DI INDONESIA
Authors: Darmayadi, Ary
Abstract: Dalam era digital yang semakin maju, penyalahgunaan teknologi Artificial &#xD;
Intelligence (AI) terutama dalam bentuk deepfake pornografi menjadi ancaman &#xD;
serius yang merugikan korban baik secara psikologis maupun sosial. Deepfake &#xD;
pornografi adalah manipulasi konten video atau gambar menggunakan AI yang &#xD;
menghasilkan konten pornografi palsu dengan wajah korban tanpa izin. Fenomena &#xD;
ini telah menimbulkan dampak negatif signifikan di Indonesia, baik dari sisi privasi, &#xD;
nama baik, maupun keamanan korban.  &#xD;
Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum bagi korban &#xD;
penyalahgunaan AI berupa deepfake pornografi menurut hukum positif di &#xD;
Indonesia, serta mengidentifikasi tantangan dalam penegakan hukum atas kasus &#xD;
tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan &#xD;
pendekatan perundang-undangan dan analisis konsep hukum yang berlaku.  &#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki &#xD;
beberapa regulasi seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU &#xD;
ITE), Undang-Undang Pornografi, dan UU Perlindungan Data Pribadi yang dapat &#xD;
digunakan untuk menjerat pelaku, perlindungan hukum tersebut masih belum &#xD;
optimal. Tantangan utama meliputi kesulitan dalam identifikasi pelaku, &#xD;
pengumpulan bukti digital, serta kurangnya aturan khusus yang mengatur teknologi &#xD;
AI dan deepfake secara eksplisit. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan &#xD;
regulasi dan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat &#xD;
untuk meningkatkan perlindungan hukum yang efektif terhadap korban serta &#xD;
mengurangi penyebaran konten deepfake pornografi di Indonesia.</description>
    <dc:date>2026-02-27T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31312">
    <title>PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA APARAT KEPOLISIAN ATAS KELALAIAN PENGGUNAAN SENJATA API YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Analisis Putusan Nomor 75/Pid.B/2023/PN.WNO)</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31312</link>
    <description>Title: PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA APARAT KEPOLISIAN ATAS KELALAIAN PENGGUNAAN SENJATA API YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (Analisis Putusan Nomor 75/Pid.B/2023/PN.WNO)
Authors: Mohammad, Ariq
Abstract: Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana aparat kepolisian atas &#xD;
kelalaian penggunaan senjata api yang mengakibatkan kematian dengan fokus &#xD;
utama pada Putusan Nomor 75/Pid.B/2023/PN.WNO. Kelalaian penggunaan senjata &#xD;
api merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang mengancam hak hidup dan rasa &#xD;
aman masyarakat, serta mencerminkan adanya potensi penyimpangan dalam &#xD;
penggunaan kekuatan oleh aparat kepolisian. Penggunaan senjata api oleh aparat &#xD;
wajib mengikuti prinsip legalitas, nesesitas, dan proporsionalitas, serta tunduk pada &#xD;
ketentuan hukum pidana nasional dan instrumen HAM. &#xD;
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan &#xD;
peraturan perundang-undangan, literatur, dan studi putusan pengadilan. Data &#xD;
diperoleh dari bahan hukum primer seperti KUHP, UU Kepolisian, Perkap Nomor &#xD;
1 Tahun 2009, serta putusan pengadilan, ditambah bahan hukum sekunder berupa &#xD;
buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Penelitian yang dilakukan penulis adalah &#xD;
bersifat deskriptif, menggunakan alat pengumpul data yang digunakan harus sesuai &#xD;
dengan pendekatan penelitian hukum normatif yang berfokus pada analisis &#xD;
peraturan dan putusan pengadilan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data &#xD;
adalah kualitatif. &#xD;
Penelitian ini menunjukkan bahwa kelalaian dalam penggunaan senjata api, &#xD;
terutama karena tidak dipatuhinya standar operasional prosedur serta pengabaian &#xD;
terhadap risiko di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian tetap dapat dimintai &#xD;
pertanggungjawaban pidana atas perbuatannya sesuai dengan ketentuan Pasal 359 &#xD;
KUHP, serta dinilai telah melanggar prinsip perlindungan HAM, khususnya hak &#xD;
hidup dan hak atas rasa aman. Putusan pengadilan dalam perkara yang dianalisis &#xD;
menegaskan peran peradilan dalam menegakkan akuntabilitas aparat dengan &#xD;
mempertimbangkan prinsip necessity dan proportionality, sehingga menegaskan &#xD;
bahwa penegakan hukum tetap berlaku bagi aparat negara yang melakukan &#xD;
pelanggaran.</description>
    <dc:date>2026-04-02T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

