<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/20">
    <title>DSpace Collection: Teknologi Hasil Pangan</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/20</link>
    <description>Teknologi Hasil Pangan</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29939" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29779" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29726" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29725" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-25T06:02:32Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29939">
    <title>PENGARUH BENTUK KERING DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP ANTIOKSIDAN DAN KONTAMINASI MIKROBA PADA JAHE HITAM (Kaempferia parviflora)</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29939</link>
    <description>Title: PENGARUH BENTUK KERING DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP ANTIOKSIDAN DAN KONTAMINASI MIKROBA PADA JAHE HITAM (Kaempferia parviflora)
Authors: RIDWAN, ANSORI SITEPU
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan dan &#xD;
penurunan terhadap kandungan antioksidan pada variasi bentuk kering dan adanya &#xD;
kontaminasi mikroba selama penyimpanan berlangsung. Untuk sampel peneliti &#xD;
membeli dan memesan lewat Online Shop yang mana sampel diperoleh dari petani &#xD;
jahe hitam yang berada di pulau Jawa tepatnya di Jawa Barat kabupaten Garut dan &#xD;
untuk mengujinya dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian &#xD;
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini &#xD;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan (3) ulangan. &#xD;
Faktor I adalah bentuk kering jahe hitam dangan sandi (P) yang terdiri atas 3 taraf &#xD;
yaitu : P₁= Chip, P₂= Parut, P₃= Bubuk. Faktor II adalah lama penyimpanan jahe &#xD;
hitam dengan sandi (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : M₁ = 0 bulan, M₂= 6 bulan, &#xD;
M₃= 12 bulan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, antioksidan, kontaminasi &#xD;
mikroba, warna L, a*, b*. Hasil menunjukkan bahwa hubungan bentuk kering dan &#xD;
lama penyimpanan memberikan pengaruh interaksi berbeda sangat nyata (P&lt;0,01) &#xD;
terhadap kadar air, warna L, a*, antioksidan dan total mikroba, namunn &#xD;
memberikan pengaruh tidak nyata terhadap warna b* pada jahe hitam. Dan untuk &#xD;
perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan bentuk kering chip dengan lama &#xD;
penyimpanan 0 bulan.</description>
    <dc:date>2025-09-16T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29779">
    <title>PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinacea)  DAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP  CRACKERS BERNUTRISI TINGGI</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29779</link>
    <description>Title: PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinacea)  DAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP  CRACKERS BERNUTRISI TINGGI
Authors: SYAHBINA, SULISTIA
Abstract: terigu  &#xD;
Crackers merupakan camilan yang dibuat dengan menggunakan tepung &#xD;
dan minyak nabati ataupun mentega, diolah dengan atau tanpa &#xD;
menggunakan  proses fermentasi  dan memiliki tampilan yang pipih dan  &#xD;
bertekstur rapuh.  Namun penggunaan tepung terigu yang meningkat setiap &#xD;
tahunnya oleh sebab itu untuk mengatasi tingkat kenaikan  diperlukan alternatif &#xD;
pegganti tepung terigu untuk mengatasi tingkat penggunaan tepung terigu. &#xD;
Alternatif yang dapat digunakan sebagai penganti tepung terigu adalah tepung &#xD;
garut dan tepung kelor. Tujuan penggunaan tepung garut dan tepung kelor adalah &#xD;
untuk mengetahui kandungan nutrisi dan nilai organoleptik produk crackers &#xD;
yang diolah dengan menggunakan tepung garut dengan waktu pemanggangan &#xD;
yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil &#xD;
Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini &#xD;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktoria dengan 2 (dua) &#xD;
ulangan. Faktor I adalah persentasi tepung umbi garut dan bubuk daun kelor (F1) &#xD;
terdiri atas 4 taraf yaitu F1: 80%:20%, F2: 85%:15%, F3: 90%:10%, F4: &#xD;
95%:5%. Faktor II adalah waktu pemanggangan (W) yang terdiri atas 4 taraf &#xD;
yaitu: W1: 15 menit, W2: 20 menit, W3: 25 menit, W4: 30 menit. Parameter &#xD;
yang diamati yaitu karbohidrat, protein, warna L* a* b*, tekstur, organoleptik &#xD;
aroma dan rasa. Hasil menunjukkan penggunaan tepung garut dan bubuk kelor &#xD;
meningkatkan kandungan karbohidrat pada setiap perlakuan, namun kandungan &#xD;
protein tertinggi terdapat pada perlakuan F1W1 (F1: 80%:20% dan W1:15 &#xD;
menit). Semakin tinggi persentasi  bubuk daun kelor dan semakin menurun &#xD;
tepung garut, nilai karbohidart semakin meningka dan warna produk cenderung &#xD;
lebih gelap. Secara organoleptik aroma dan rasa produk berbeda sangat nyata &#xD;
aroma dan rasa pada produk kash daun kelor sangat kuat. Lama pemanggangan &#xD;
menyebabkan penurunan kadar protein pada perlakuan kedua, tiga dan keempat &#xD;
namun memenuhi standar SNI pada perlakuan pertama. Tekstur produk yang &#xD;
dihasilkan semakin rapuh seiring dengan bertambahnya waktu pemanggangan. &#xD;
Interaksi antara tepung umbi garut : bubuk daun kelor dan waktu pemanggangan &#xD;
memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P&lt;0,01) terhadap karbohidrat, &#xD;
protein, tekstur, warna L* b dan organoleptik rasa, namun berpengaruh tidak &#xD;
nyata (P&lt;0,05) pada parameter warna a* dan organoleptik aroma. Penelitian ini menyarankan memperhatikan penggunaan persentase tepung &#xD;
daun kelor dan disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan bahan atau &#xD;
perisa yang dapat menutupi dan mengurangi rasa pahit dan bau langu pada &#xD;
produk yang dihasilkan namun tetap mempertahankan keunggulan nutrisi daun &#xD;
kelor.</description>
    <dc:date>2025-08-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29726">
    <title>Analisis  Pengaruh Suhu Dan Waktu Terhadap Kualitas (Crude Palm Oil) CPO Di (Oil  Storage Tank) OST Pada Pabrik Pks Ptpn Iv Adolina</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29726</link>
    <description>Title: Analisis  Pengaruh Suhu Dan Waktu Terhadap Kualitas (Crude Palm Oil) CPO Di (Oil  Storage Tank) OST Pada Pabrik Pks Ptpn Iv Adolina
Authors: Wahyudi, Diki
Abstract: Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak kelapa sawit dunia, &#xD;
didukung oleh iklim tropis yang ideal bagi pertumbuhan Elaeis guineensis Jacq. &#xD;
Produk utama yang dihasilkan adalah Crude Palm Oil (CPO), yang dimanfaatkan &#xD;
dalam berbagai sektor seperti pangan, kosmetik, biodiesel, dan pakan ternak. &#xD;
Mutu CPO sangat dipengaruhi oleh kadar asam lemak bebas (ALB), air, kotoran, &#xD;
dan bilangan DOBI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu &#xD;
dan lama penyimpanan terhadap kualitas CPO selama penyimpanan di Oil Storage &#xD;
Tank (OST) pada Pabrik PKS PTPN IV Adolina. Penelitian dilaksanakan pada &#xD;
Juli 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua &#xD;
faktor, yaitu suhu penyimpanan (45°C, 50°C, 55°C, 60°C) dan waktu &#xD;
penyimpanan (0, 1, 2, dan 3 jam), masing-masing dengan 3 ulangan. Parameter &#xD;
yang diamati meliputi ALB, kadar air, kadar kotoran, dan DOBI. Hasil analisis &#xD;
menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan memberikan pengaruh yang &#xD;
sangat nyata (p&lt;0,01) terhadap seluruh parameter mutu CPO. Interaksi antara &#xD;
suhu dan waktu juga berpengaruh sangat nyata terhadap ALB dan kadar kotoran. &#xD;
Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 45°C dan waktu 0 jam (S1W1) dengan &#xD;
nilai ALB terendah. Suhu 60°C masih berada dalam batas toleransi mutu sesuai &#xD;
SNI.</description>
    <dc:date>2025-09-06T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29725">
    <title>Pengaruh Umur Petik dan Masa Penyimpnan Terhadap  Kualitas Buah Strawberry (Fragaria x ananassa) Varietas Mencir</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29725</link>
    <description>Title: Pengaruh Umur Petik dan Masa Penyimpnan Terhadap  Kualitas Buah Strawberry (Fragaria x ananassa) Varietas Mencir
Authors: Anshari, Arif
Abstract: Strawberry (Fragaria x ananassa) varietas mencir merupakan produk yang &#xD;
prospektif, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. &#xD;
Permintaan pasar baik di dalam maupun di luar negeri masih besar. Tanaman strawberry &#xD;
(Fragaria x ananassa) sudah terkenal dengan buah yang dapat petik sendiri. Misalnya &#xD;
pada agrowisata yang ada di Kabupaten Karo, Sumatra utara, dan di kota lain yang ada di &#xD;
Indonesia. &#xD;
Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan variasi waktu panen dan masa &#xD;
penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh umur &#xD;
petik terhadap kualitas buah strawberry  (Fragaria x ananassa) varietas mencir. Untuk &#xD;
mengetahui pengaruh masa penyimpanan terhadap kualitas buah strawberry (Fragaria &#xD;
x ananassa) varietas mencir. Untuk mengatahui interaksi antara umur petik dan masa &#xD;
penyimpanan terhadap kualitas buah strawberry (Fragaria x ananassa) varietas mencir. &#xD;
Pengambilan sampel dilakukan di kebun Strawberry Purba Family &amp; Farm, Jl Deleng &#xD;
Singkut, Sempajaya, Kec. Berastagi, Kab. Karo dan Laboratorium Teknologi Hasil &#xD;
Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini &#xD;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua (2) ulangan. Faktor &#xD;
I adalah umur pemetikan buah strawberry mencir, diberi simbol (U) dengan empat taraf: &#xD;
U1 = 10 hari, U2 = 12 hari, U3 = 14 hari dan U4 = 16 hari. Faktor II adalah periode &#xD;
penyimpanan strawberry mencir, diberi simbol (P) yang terdiri dari empat taraf: P1 = 0 &#xD;
hari, P2 = 2 hari, P3 = 4 hari, dan P4 = 6 hari. Parameter yang diamati meliputi vitamin C, &#xD;
susut bobot, total padatan terlarut (TSS), tekstur, dan warna L, a*, dan b*. Hasil &#xD;
penelitian menunjukkan bahwa umur petik dapat memberikan pengaruh berbeda sangat &#xD;
nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap vitamin C, total padatan terlarut (TSS), tekstur, warna L &#xD;
dan warna a*, tetapi pada warna b* memberikan pengaruh berbeda nyata pada taraf &#xD;
p&lt;0,05, serta dapat memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 terhadap &#xD;
susut bobot  &#xD;
pada buah strawberry varietas mencir. Masa Penyimpanan dapat &#xD;
memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap vitamin C, susut &#xD;
bobot, total padatan terlarut (TSS), tekstur, warna L dan warna a*, tetapi pada warna b* &#xD;
memberikan pengaruh berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 pada buah strawberry &#xD;
varietas mencir. Interaksi antara umur petik dan masa penyimpanan buah anggur varietas &#xD;
jupiter dapat memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 pada vitamin &#xD;
C, susut bobot, total padatan terlarut (TSS), warna a* dan warna b*,  tetapi pada tekstur &#xD;
dapat memberikan pengaruh berbeda nyata pada taraf p&lt;0,05, serta dapat memberikan &#xD;
pengaruh berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 terhadap warna L pada buah strawberry &#xD;
varietas mencir.</description>
    <dc:date>2025-09-12T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

