<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/15">
    <title>DSpace Community: Fakultas Teknik</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/15</link>
    <description>Fakultas Teknik</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31451" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31425" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31424" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31418" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-06-06T05:09:36Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31451">
    <title>ANALISIS PENGARUH SERBUK KACA DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON (Studi Penelitian)</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31451</link>
    <description>Title: ANALISIS PENGARUH SERBUK KACA DAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON (Studi Penelitian)
Authors: DIKO, RIZKI RAMADDAN
Abstract: Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat &#xD;
tekan yang tinggi, namun memiliki kelemahan pada kuat tarik yang relatif rendah. &#xD;
Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja beton sekaligus mendukung konsep &#xD;
keberlanjutan adalah dengan memanfaatkan limbah kaca sebagai substitusi parsial &#xD;
semen. Limbah kaca memiliki kandungan silika (SiO₂) yang tinggi serta bersifat &#xD;
pozzolan, sehingga berpotensi meningkatkan sifat mekanik beton. Penelitian ini &#xD;
bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tarik belah beton optimum pada umur 28 hari &#xD;
dengan penambahan serbuk kaca dan bahan tambah berupa superplasticizer Sika &#xD;
ViscoCrete 3115 N. Variasi serbuk kaca yang digunakan adalah sebesar BN, 2%, &#xD;
4%, 6%, dan 8% dari berat semen, dengan penambahan superplasticizer Sika &#xD;
ViscoCrete 3115 N sebesar 0,8% dari berat semen. Benda uji yang digunakan &#xD;
berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 15 sampel. &#xD;
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kuat tarik belah beton &#xD;
mengalami variasi pada setiap persentase substitusi, BN (3,19 MPa), 2% (3,13 &#xD;
MPa), 4% (3,29 MPa), 6% (3,35 MPa), 8% (3,49 MPa). Nilai rata-rata kuat tarik &#xD;
belah beton optimum diperoleh pada variasi Serbuk Kaca 8% dan Sika ViscoCrete &#xD;
3115 N 0,8% sebesar (3,49MPa). Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk kaca dapat &#xD;
dimanfaatkan sebagai bahan substitusi semen yang ramah lingkungan serta &#xD;
berpotensi meningkatkan kinerja beton.</description>
    <dc:date>2026-04-28T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31425">
    <title>Analisis Optimasi Pembangkit Listrik Hybrid Berbasis  Mikrohidro dan Surya Menggunakan Metode  FireflyAlgorithm (FA) Berbantu MATLAB</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31425</link>
    <description>Title: Analisis Optimasi Pembangkit Listrik Hybrid Berbasis  Mikrohidro dan Surya Menggunakan Metode  FireflyAlgorithm (FA) Berbantu MATLAB
Authors: PRAYOGO, IWAN
Abstract: Energi listrik merupakan kebutuhan vital, namun ketergantungan pada &#xD;
sumber fosil menghadirkan masalah keterbatasan pasokan dan dampak &#xD;
lingkungan. Sistem pembangkit hybrid berbasis mikrohidro dan surya menjadi &#xD;
alternatif, tetapi menghadapi tantangan dalam optimalisasi distribusi daya agar &#xD;
efisiensi dan keandalan tetap terjaga. Metode optimasi konvensional seperti GA &#xD;
dan PSO masih memiliki keterbatasan dalam adaptasi terhadap kondisi &#xD;
operasional yang dinamis. Penelitian ini menawarkan solusi melalui penerapan &#xD;
Firefly Algorithm (FA) yang mampu mengeksplorasi ruang solusi lebih luas dan &#xD;
konvergen lebih cepat. Dengan bantuan simulasi MATLAB, FA diharapkan dapat &#xD;
meningkatkan efisiensi dan stabilitas pembangkit listrik hybrid, khususnya dalam &#xD;
menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dengan kebutuhan beban. Hasil &#xD;
penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sistem &#xD;
energi bersih yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk &#xD;
mengetahui tingkat optimalisasi sistem pembangkit listrik hybrid berbasis &#xD;
mikrohidro dan surya melalui penerapan metode optimasi Firefly Algorithm (FA) &#xD;
dalam mengatur distribusi daya antar sumber energi. Untuk menganalisis efisiensi &#xD;
hasil optimasi sistem pembangkit listrik hybrid berbasis mikrohidro dan surya &#xD;
sebelum dan sesudah diterapkan metode Firefly Algorithm (FA) dengan bantuan &#xD;
simulasi MATLAB. Penelitian ini dilakukan pada sebuah pembangkit Listrik &#xD;
tenaga mikrohidro (PLTMH) yang terletak di Dusun Bintang Asih, Desa Rumah &#xD;
Sumbul Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Hasil &#xD;
penelitian menunjukkan bahwa Optimasi pembangkit listrik hybrid berbasis &#xD;
Mikrohidro dan PV dengan implementasi Firefly Algorithm (FA) terbukti &#xD;
meningkatkan distribusi daya dan efisiensi sistem. Pada tahun 2023 dan 2024, &#xD;
daya optimal mendekati kebutuhan beban dengan efisiensi hingga 100%, &#xD;
menunjukkan FA efektif menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dengan &#xD;
kebutuhan beban listrik. Pada tahun 2025, optimasi dengan FA menunjukkan &#xD;
keterbatasan karena pasokan energi PV dan Mikrohidro menurun drastis, sehingga &#xD;
daya optimal pada banyak bulan tidak tercapai (Total_opt = 0) dan efisiensi sistem &#xD;
rendah. Hal ini menegaskan bahwa meskipun hasil sesudah optimasi berbantu &#xD;
MATLAB lebih baik dibanding sebelum optimasi pada periode awal, keberhasilan &#xD;
tetap sangat dipengaruhi oleh ketersediaan energi primer dan kapasitas baterai. &#xD;
Dengan demikian, FA tidak dapat berdiri sendiri untuk menjamin kinerja sistem &#xD;
hybrid secara berkelanjutan.</description>
    <dc:date>2026-05-05T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31424">
    <title>ANALISIS PERHITUNGAN GAYA APUNG MESIN OIL SKIMMER</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31424</link>
    <description>Title: ANALISIS PERHITUNGAN GAYA APUNG MESIN OIL SKIMMER
Authors: ALFI, SYAHRIL
Abstract: Pencemaran minyak pada permukaan air dapat menurunkan kualitas lingkungan &#xD;
dan mengganggu proses pengolahan air. Oil skimmer merupakan perangkat yang &#xD;
digunakan untuk memisahkan minyak dari air dengan memanfaatkan prinsip gaya &#xD;
apung. Pada oil skimmer tipe drum roller, kedalaman roller menjadi parameter &#xD;
penting karena berpengaruh terhadap efektivitas pemisahan minyak. Penelitian ini &#xD;
bertujuan untuk menganalisis besar gaya apung yang bekerja pada sistem serta &#xD;
menentukan kedalaman roller pada variasi beban fluida sebesar 10 liter dan 15 liter. &#xD;
Penelitian dilakukan pada waduk uji berukuran 4 × 3 meter melalui pengukuran &#xD;
langsung terhadap kedalaman terendam pelampung, massa total sistem, gaya &#xD;
apung, dan gaya berat. Perhitungan gaya apung dilakukan  menggunakan Hukum &#xD;
Archimedes untuk sistem dua fluida, yaitu minyak dan air, sedangkan kedalaman &#xD;
roller ditentukan berdasarkan kondisi keseimbangan gaya (Fₐ = W). Hasil penelitian &#xD;
menunjukkan bahwa gaya apung meningkat seiring bertambahnya beban fluida. &#xD;
Pada beban 10 liter diperoleh gaya apung sebesar 389,81 N dengan kedalaman &#xD;
roller 0,0415 m, sedangkan pada beban 15 liter nilai gaya apung meningkat menjadi &#xD;
546,25 N dengan kedalaman roller 0,0476 m. Pada kedua kondisi tersebut, gaya &#xD;
apung yang bekerja lebih besar dibandingkan gaya berat sistem (Fₐ &gt; W), sehingga &#xD;
oil skimmer dapat beroperasi secara keseimbangan. Penelitian ini menyimpulkan &#xD;
bahwa variasi beban fluida berpengaruh terhadap besar gaya apung dan kedalaman &#xD;
roller. Kedalaman roller yang efektif dicapai ketika gaya apung mencukupi untuk &#xD;
menopang sistem sehingga proses pemisahan minyak dari permukaan air dapat &#xD;
berlangsung dengan baik.</description>
    <dc:date>2026-06-05T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31418">
    <title>ANALISA PENGEMBANGAN MESIN PENJUALAN AIR SIAP MINUM DENGAN KENDALI OTOMATIS DAN KONDISI KUALITAS AIR MENGGUNAKAN IOT</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31418</link>
    <description>Title: ANALISA PENGEMBANGAN MESIN PENJUALAN AIR SIAP MINUM DENGAN KENDALI OTOMATIS DAN KONDISI KUALITAS AIR MENGGUNAKAN IOT
Authors: SALSABILLA
Abstract: Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari sehingga kualitasnya &#xD;
harus memenuhi standar yang layak untuk digunakan. Permasalahan kualitas air &#xD;
yang masih rendah mendorong perlunya suatu sistem pengolahan dan pemantauan &#xD;
yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan &#xD;
sistem pengolahan serta monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) &#xD;
dengan memanfaatkan metode filtrasi dan penyinaran ultraviolet (UV). Parameter &#xD;
yang diukur dalam penelitian ini meliputi pH, Total Dissolved Solids (TDS), warna &#xD;
(RGB), dan suhu air. Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap &#xD;
perancangan sistem, pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak, serta &#xD;
pengujian sistem sebelum dan sesudah proses filtrasi dan penyinaran UV. Sistem &#xD;
IoT yang dirancang memungkinkan data hasil pengukuran dikirim dan dimonitor &#xD;
secara real-time melalui platform yang terhubung dengan jaringan internet. Hasil &#xD;
penelitian menunjukkan bahwa sebelum proses pengolahan, air memiliki kualitas &#xD;
yang kurang baik dengan nilai pH rata-rata sebesar 4,06, TDS sebesar 259,8 ppm, &#xD;
serta nilai warna RGB yaitu R = 789,6, G = 565,5, dan B = 397,6. Setelah melalui &#xD;
proses filtrasi dan penyinaran UV, kualitas air mengalami peningkatan yang &#xD;
signifikan dengan nilai pH menjadi 7,14, TDS menurun menjadi 43,9 ppm, serta &#xD;
nilai warna RGB meningkat menjadi R = 839,6, G = 585,5, dan B = 407,6. &#xD;
Sementara itu, suhu air relatif stabil pada kisaran 25,87°C selama proses pengujian. &#xD;
Dengan demikian, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan &#xD;
kualitas air secara efektif, tetapi juga memberikan kemudahan dalam proses &#xD;
monitoring secara real-time berbasis IoT. Sistem ini diharapkan dapat menjadi &#xD;
solusi alternatif dalam pengolahan dan pengawasan kualitas air.</description>
    <dc:date>2026-04-17T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

