<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/14">
    <title>DSpace Community: Fakultas Pertanian</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/14</link>
    <description>Fakultas Pertanian</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30923" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30710" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30637" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30515" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-05-13T18:09:46Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30923">
    <title>PENGARUH METODE PERLAKUAN TERHADAP PENGERINGAN KERIPIK JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30923</link>
    <description>Title: PENGARUH METODE PERLAKUAN TERHADAP PENGERINGAN KERIPIK JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)
Authors: SATRIA, ANANTRA ZEBUA
Abstract: Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) termasuk dalam keluarga Pleurotaceae &#xD;
dan genus Pleurotus. Jamur ini memiliki permukaan yang halus dan sedikit &#xD;
berminyak saat lembab, dengan tepi yang agak bergelombang. Tangkai jamur &#xD;
tiram terletak di samping tudung dan berwarna putih, sementara daging buahnya &#xD;
juga putih. Jamur ini memiliki tangkai bercabang dan tudung yang besar, dengan &#xD;
diameter antara 3-15 cm. Jamur tiram tumbuh dengan baik pada kayu lunak di &#xD;
ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut. Metode yang di gunakan dalam &#xD;
penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dua faktorial dengan faktor pertama &#xD;
yaitu Faktor I : Jenis perlakuan (P) dimana P0 = Tanpa perlakuan, P1 = Blanching &#xD;
70º selama 5 menit, P2 = Pengukusan dengn suhu 850 selama 20 menit, P3 = &#xD;
Natrium Karbonat (Na2CO3) selama 10 menit dan Faktor II : Lama pengeringan &#xD;
suhu 70° C (L) L1 = 1,5 jam, L2 = 2 jam, L3 = 2,5 jam, L4 = 3 Jam. Setiap &#xD;
perlakuan di ulang sebanyak 2x sehingga di peroleh 32 unit percobaan. Metode &#xD;
analisis data yang di gunakan adalah ANOVA dengan parameter yang di uji &#xD;
meliputi kadar air, protein, antioksidan, susut bobot, warna, organoleptik tekstur, &#xD;
aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perlakuan berpengaruh &#xD;
sangat nyata terhadap keseluruhan parameter yang di uji, begitupun dengan lama &#xD;
pengeringan semuanya memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap &#xD;
parameter yang di uji. Berdasarkan penelitian ini di peroleh perlakuan terbaik &#xD;
yaitu P2L4 yaitu dengan jenis perlakuan pengukusan dan waktu 3 jam.</description>
    <dc:date>2026-04-16T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30710">
    <title>SIFAT FISIKO KIMIA DAUN KERING SAMBILOTO (Andrographis paniculata) pada PENGERINGAN DEHUMIDIFIKASI MENGGUNAKAN PENDINGIN EFEK PELTIER</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30710</link>
    <description>Title: SIFAT FISIKO KIMIA DAUN KERING SAMBILOTO (Andrographis paniculata) pada PENGERINGAN DEHUMIDIFIKASI MENGGUNAKAN PENDINGIN EFEK PELTIER
Authors: EDRIA, DEMA DWI SURYA
Abstract: Komponen aktif sambiloto (Andrographis paniculata), andrographolide, &#xD;
dikenal karena kemampuannya untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh, &#xD;
melawan bakteri, dan mengurangi peradangan. Herba ini kaya akan manfaat &#xD;
kesehatan. Peralatan yang terpasang pada tas sadel akan dikeringkan dalam &#xD;
penelitian ini menggunakan efek Peltier. Teknologi pengeringan Peltier dapat &#xD;
mengurangi dampak buruk kelembapan tinggi terhadap sifat fisik sambiloto, seperti &#xD;
degradasi warna dan teksturnya. Penelitian ini akan menganalisis sifat kimia dan &#xD;
fisik tanah sambiloto menggunakan probe kelembapan Peltier. Penelitian ini akan &#xD;
melacak tekanan udara, aktivitas udara, dan keberadaan agen penyegel tanah aktif &#xD;
setelah penetrasi untuk mengembangkan metode penetrasi yang lebih baik dan lebih &#xD;
aman. Peneliti menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan &#xD;
mempertimbangkan dua variabel: jumlah bahan bakar (105-270 gram) dan durasi &#xD;
memasak (7-12 jam). Yang perlu dinilai adalah konsentrasi antioksidan, aroma &#xD;
organoleptik, warna (L*, a*, b*), dan kelarutan dalam air. Studi ini menemukan &#xD;
bahwa durasi pertumbuhan tanaman secara signifikan memengaruhi profil aroma &#xD;
dan rasa, serta kandungan udara kering, metrik warna (L*, a*, b*), dan waktu yang &#xD;
dibutuhkan untuk menanam bola akar. Pada radar, terdapat hubungan terbalik yang &#xD;
signifikan (p&lt;0,01) antara jumlah bahan dalam nosel sambiloto dan kadar &#xD;
antioksidan, kandungan udara, parameter warna L*, a*, b*, dan karakteristik rasa &#xD;
dan aroma organoleptik. Hubungan antara jumlah bahan baku dan lamanya &#xD;
pengeringan secara signifikan dipengaruhi (p&lt;0,01) oleh parameter antioksidan, &#xD;
kelembaban udara, metrik warna L*, a*, b*, dan evaluasi organoleptik aroma dan &#xD;
rasa saat mengeringkan sambiloto basah. Baik Anda menguji antioksidan setelah &#xD;
10 menit penanaman atau setelah 7 menit, jumlah benih yang Anda gunakan sangat &#xD;
memengaruhi seberapa cepat benih tersebut berkecambah.</description>
    <dc:date>2026-01-22T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30637">
    <title>ANALISIS DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN EKSPOR  BAWANG MERAH INDONESIA KE THAILAND</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30637</link>
    <description>Title: ANALISIS DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN EKSPOR  BAWANG MERAH INDONESIA KE THAILAND
Authors: KHAIRINA, SALSABILA
Abstract: penelitian ini dibimbing oleh Ibu Mailina Harahap, S.P., M.Si. selaku &#xD;
komisi pembimbing skripsi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis daya saing &#xD;
keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif ekspor bawang merah Indonesia &#xD;
ke Thailand. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan jenis data time &#xD;
series yang meliputi data tahunan dari periode 1995 sampai dengan tahun 2024. &#xD;
Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti UN Comtrade Database, Word &#xD;
Bank, Bank Indonesia, serta literatur lain berupa artikel, buku, dan produk ekspor &#xD;
bawang merah yang menjadi objeknya dengan kode HS 070310 (fresh or chilled &#xD;
onions and shallots). Data daya saing dianalisis dengan menggunakan rumus &#xD;
Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative &#xD;
Advantage (RSCA), Export Product Dynamics (EPD). Hasil perhitungan dari RCA, &#xD;
RSCA dan EPD menunjukkan bahwa Indonesia memiliki RCA diatas 1 dan RSCA &#xD;
diatas 0 yang berarti bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan &#xD;
posisi Rising Star di pasar ekspor bawang merah Thailand.</description>
    <dc:date>2026-04-10T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30515">
    <title>ANALISIS STRATEGI HILIRISASI KOTORAN TERNAK  BERKELANJUTAN SEBAGAI SOLUSI  CIRCULAR  ECONOMY MELALUI INTERVENSI BUMDESA  TERHADAP AKSELERASI PERTUMBUHAN  EKONOMI DESA BEKULAP</title>
    <link>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30515</link>
    <description>Title: ANALISIS STRATEGI HILIRISASI KOTORAN TERNAK  BERKELANJUTAN SEBAGAI SOLUSI  CIRCULAR  ECONOMY MELALUI INTERVENSI BUMDESA  TERHADAP AKSELERASI PERTUMBUHAN  EKONOMI DESA BEKULAP
Authors: PRAMUDIAS, MUDA
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi hilirisasi kotoran ternak &#xD;
berkelanjutan sebagai solusi penerapan konsep circular economy melalui intervensi &#xD;
Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam mendorong akselerasi pertumbuhan &#xD;
ekonomi Desa Bekulap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera &#xD;
Utara. Desa Bekulap memiliki potensi peternakan yang cukup besar, namun &#xD;
pengelolaan limbah kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal dan masih &#xD;
dipandang sebagai residu yang tidak bernilai ekonomi. Kondisi tersebut menyebabkan &#xD;
peluang peningkatan pendapatan peternak serta penguatan ekonomi desa belum &#xD;
tercapai secara maksimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan &#xD;
pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara &#xD;
mendalam dengan pengurus BUMDesa Madu Rasa, kelompok peternak, serta pihak &#xD;
desa, dan didukung dengan dokumentasi serta studi literatur yang relevan. Teknik &#xD;
analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian &#xD;
data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi &#xD;
sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi hilirisasi kotoran ternak yang &#xD;
dilakukan melalui intervensi BUMDesa mampu menciptakan nilai tambah ekonomi &#xD;
dari limbah ternak, khususnya melalui pengolahan menjadi pupuk kandang organik. &#xD;
Intervensi BUMDesa berperan sebagai penghubung antara peternak dan pasar, &#xD;
pengelola produksi, serta penggerak kelembagaan desa. Strategi ini sejalan dengan &#xD;
prinsip circular economy melalui pemanfaatan kembali limbah sebagai sumber daya &#xD;
produktif, pengurangan pencemaran lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan &#xD;
masyarakat. Selain itu, hilirisasi kotoran ternak mendorong perubahan pola pikir &#xD;
peternak dalam pengelolaan limbah dan memperkuat sinergi antara sektor peternakan &#xD;
dan pertanian desa.</description>
    <dc:date>2026-03-06T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

