<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: Teknik Elektro</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/27" />
  <subtitle>Teknik Elektro</subtitle>
  <id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/27</id>
  <updated>2026-04-10T18:13:44Z</updated>
  <dc:date>2026-04-10T18:13:44Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Perancangan  Alat Pengering Body Motor Menggunakan Sensor Suhu DHT 22</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30297" />
    <author>
      <name>Hakim, Ikhwanul</name>
    </author>
    <id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30297</id>
    <updated>2026-04-09T10:02:45Z</updated>
    <published>2026-01-29T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Perancangan  Alat Pengering Body Motor Menggunakan Sensor Suhu DHT 22
Authors: Hakim, Ikhwanul
Abstract: Proses pengeringan body motor secara konvensional menggunakan sinar &#xD;
matahari memiliki keterbatasan berupa ketergantungan kondisi lingkungan, waktu &#xD;
pengeringan yang tidak konsisten, serta potensi kontaminasi debu yang dapat &#xD;
memengaruhi kualitas hasil pengecatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang &#xD;
dan menguji alat pengering body motor otomatis berbasis pengendalian suhu &#xD;
sebagai alternatif metode pengeringan yang lebih terkontrol. Sistem dirancang &#xD;
menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, sensor suhu DHT22 sebagai &#xD;
pendeteksi suhu ruang pengering, elemen pemanas sebagai sumber panas, serta &#xD;
blower sebagai sistem sirkulasi udara. Pengujian dilakukan dengan mengamati &#xD;
kenaikan suhu ruang pengering dari suhu awal 31–32 °C hingga setpoint 50 °C serta &#xD;
kestabilan suhu selama proses pengeringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa &#xD;
suhu setpoint 50 °C dapat dicapai dalam waktu 9 menit 50 detik dan dipertahankan &#xD;
secara stabil selama durasi pengeringan. Selain itu, hasil pengujian proses &#xD;
pengeringan menunjukkan bahwa pada suhu pengeringan yang sama, cat semprot &#xD;
memiliki waktu pengeringan lebih singkat dibandingkan cat kuas. Berdasarkan &#xD;
hasil pengujian tersebut, alat pengering body motor otomatis mampu menyediakan &#xD;
kondisi suhu yang terkontrol dan stabil untuk mendukung proses pengeringan body &#xD;
motor.</summary>
    <dc:date>2026-01-29T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISIS SISTEM SAFETY DEVICE OVER SPEED PADA AUXILIARY  ENGINE TERHADAP PEMBEBANAN LISTRIK DI KAPAL TANKER</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29852" />
    <author>
      <name>AFIDAL, FARHAN</name>
    </author>
    <id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29852</id>
    <updated>2025-11-06T02:34:35Z</updated>
    <published>2025-10-04T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISIS SISTEM SAFETY DEVICE OVER SPEED PADA AUXILIARY  ENGINE TERHADAP PEMBEBANAN LISTRIK DI KAPAL TANKER
Authors: AFIDAL, FARHAN
Abstract: Auxiliary engine merupakan mesin bantu yang berfungsi sebagai penyedia tenaga &#xD;
listrik bagi berbagai sistem penting di kapal, termasuk navigasi, komunikasi, dan peralatan &#xD;
pendukung lainnya. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah terjadinya overspeed &#xD;
pada mesin, yang berpotensi menimbulkan kerusakan serius serta gangguan terhadap sistem &#xD;
kelistrikan kapal. Oleh karena itu, diperlukan sistem safety device overspeed yang mampu &#xD;
bekerja secara andal untuk menjaga kestabilan operasional. Penelitian ini dilakukan di PT &#xD;
Waruna Shipyard dengan tujuan menganalisis kinerja sistem safety device overspeed pada &#xD;
auxiliary engine serta dampaknya terhadap pembebanan listrik di kapal tanker. Metode &#xD;
penelitian mencakup pengumpulan data operasional mesin, perhitungan beban listrik, serta &#xD;
evaluasi faktor-faktor keandalan seperti load factor, power factor, voltage regulation, dan &#xD;
availability. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui simulasi perhitungan &#xD;
daya, efisiensi generator, serta distribusi beban, dan diperkuat dengan pendekatan kualitatif &#xD;
berupa studi lapangan terhadap pola kerja safety device. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#xD;
sistem safety device overspeed memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas distribusi &#xD;
daya dan mencegah risiko kerusakan mesin akibat kecepatan berlebih. Temuan penelitian &#xD;
menegaskan bahwa optimalisasi safety device overspeed dapat meningkatkan efisiensi &#xD;
pembebanan listrik, meminimalkan risiko gangguan operasional, serta mendukung &#xD;
keselamatan dan keberlanjutan operasional kapal tanker. Selain itu, penelitian ini juga &#xD;
menunjukkan bahwa generator bekerja paling efisien pada pembebanan 70–80% dari &#xD;
kapasitas penuh, sedangkan pembebanan terlalu rendah dapat menurunkan efisiensi secara &#xD;
signifikan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan perawatan berkala &#xD;
dan monitoring digital berbasis sensor untuk meningkatkan akurasi deteksi overspeed serta &#xD;
memaksimalkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Dengan demikian, hasil penelitian ini &#xD;
diharapkan dapat menjadi acuan praktis dalam manajemen operasi auxiliary engine di kapal &#xD;
tanker.</summary>
    <dc:date>2025-10-04T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN ENERGI  LISTRIK OPTIMAL DI GEDUNG UPT PT PLN  NUSANTARA POWER UPDK BELAWAN</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29784" />
    <author>
      <name>MUHAMMAD, HAIKAL JAUHARI</name>
    </author>
    <id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29784</id>
    <updated>2025-11-04T08:21:02Z</updated>
    <published>2025-10-04T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISIS AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN ENERGI  LISTRIK OPTIMAL DI GEDUNG UPT PT PLN  NUSANTARA POWER UPDK BELAWAN
Authors: MUHAMMAD, HAIKAL JAUHARI
Abstract: Perkembangan penggunaan peralatan listrik dan elektronik pada gedung perkantoran &#xD;
semakin meningkat seiring dengan kebutuhan operasional yang tinggi. Peningkatan &#xD;
konsumsi energi listrik tersebut seringkali tidak sebanding dengan pasokan energi &#xD;
yang tersedia sehingga diperlukan upaya konservasi energi. Salah satu metode yang &#xD;
digunakan untuk mencapai efisiensi energi adalah audit energi, yang bertujuan &#xD;
mengetahui profil pemakaian listrik, mengevaluasi beban terpasang, serta &#xD;
mengidentifikasi potensi penghematan energi. Penelitian ini dilakukan pada gedung &#xD;
perkantoran PT PLN Nusantara Power UPDK Belawan dengan metode eksplorasi, &#xD;
studi literatur, serta audit energi awal dan audit energi rinci. Audit energi awal &#xD;
dilakukan melalui pengumpulan data historis pemakaian energi, sedangkan audit rinci &#xD;
dilaksanakan dengan pengukuran langsung pada beban listrik yang digunakan di &#xD;
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas daya semu gedung adalah 75 kVA &#xD;
dengan total daya terpasang 73,536 kW dan biaya listrik rata-rata Rp 30.000.000 per &#xD;
bulan. Konsumsi energi tahunan tercatat sebesar 214.765,25 kWh dengan Intensitas &#xD;
Konsumsi Energi (IKE) 198,856 kWh/m²/tahun. Nilai ini termasuk kategori efisien &#xD;
berdasarkan Permen ESDM No. 13/2012 serta standar ASEAN USAID (1987). &#xD;
Namun, kualitas daya listrik masih rendah dengan faktor daya 0,76. Diperlukan &#xD;
penambahan kapasitor bank sebesar 8,614 kVAR untuk meningkatkan faktor daya &#xD;
menjadi 0,95. Dengan demikian, audit energi ini memberikan dasar rekomendasi bagi &#xD;
manajemen gedung dalam mengoptimalkan efisiensi energi listrik, mengurangi biaya &#xD;
operasional, serta mendukung penerapan konservasi energi yang berkelanjutan.</summary>
    <dc:date>2025-10-04T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISA PENGARUH TAHANAN KONTAK TERHADAP  RUGI DAYA PADA PEMUTUS TENAGA (PMT)   150 KV DI GARDU INDUK GLUGUR</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29764" />
    <author>
      <name>YOGI, PANGESTU</name>
    </author>
    <id>http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/29764</id>
    <updated>2025-11-04T04:32:22Z</updated>
    <published>2025-09-04T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISA PENGARUH TAHANAN KONTAK TERHADAP  RUGI DAYA PADA PEMUTUS TENAGA (PMT)   150 KV DI GARDU INDUK GLUGUR
Authors: YOGI, PANGESTU
Abstract: Pemutus Tenaga (PMT) merupakan peralatan penting dalam sistem &#xD;
transmisi 150 kV yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan aliran &#xD;
listrik secara aman. Salah satu parameter kritis pada PMT adalah nilai tahanan &#xD;
kontak pada sambungan konduktor. Peningkatan tahanan kontak dapat &#xD;
menimbulkan rugi daya (I²R), pemanasan berlebih, serta kerugian energi yang &#xD;
berdampak pada efisiensi dan keandalan sistem tenaga. Penelitian ini bertujuan &#xD;
menganalisis pengaruh tahanan kontak terhadap rugi daya, susut energi, dan &#xD;
kerugian biaya listrik pada PMT 150 kV di Gardu Induk Glugur. Metode &#xD;
penelitian dilakukan dengan pengukuran tahanan kontak menggunakan micro&#xD;
ohm meter pada enam lokasi PMT yang masing-masing terdiri dari tiga fasa (R, S, &#xD;
T) pada dua periode pengamatan, yaitu tahun 2022 dan 2024. Data arus beban &#xD;
diperoleh dari panel kontrol, kemudian digunakan untuk menghitung rugi daya &#xD;
dengan persamaan P=I²R. Nilai rugi daya dikonversi menjadi energi hilang &#xD;
berdasarkan asumsi waktu operasi 720 jam (1 bulan), lalu dihitung kerugiannya &#xD;
dalam bentuk biaya menggunakan tarif listrik Rp1.699,53/kWh. Hasil pengujian &#xD;
menunjukkan adanya variasi nilai tahanan kontak antar lokasi dan antar tahun &#xD;
pengamatan, dengan nilai tertinggi tercatat pada Bay Trafo 3 tahun 2024 sebesar &#xD;
67,3 µΩ. Nilai tahanan kontak yang lebih tinggi berdampak langsung pada &#xD;
peningkatan rugi daya, energi hilang, dan biaya susut listrik. Biaya terbesar &#xD;
tercatat pada Bay Paya Geli 2 fasa S tahun 2022 sebesar Rp6.142,78, sedangkan &#xD;
biaya terkecil terjadi pada Bay Trafo 2 fasa R tahun 2022 sebesar Rp1.492,86. &#xD;
Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan periodik dan pemeliharaan &#xD;
preventif PMT untuk menekan rugi daya akibat kenaikan tahanan kontak, &#xD;
meminimalkan kerugian energi, serta menjaga efisiensi operasi sistem transmisi &#xD;
150 kV.</summary>
    <dc:date>2025-09-04T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

